LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Gerakan Aksi Moral Mahasiswa (GAMMA) Provinsi Banten mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menindak PT Nindya Karya yang melaksanakan proyek irigasi.
Pernyataan tersebut disampaikan GAMMA saat menggelar audiensi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian, Senin 24 November 2025.
Audiensi tersebut membahas dugaan penyimpangan pada proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Kewenangan Daerah di Provinsi Banten (Paket II) yang dikerjakan PT Nindya Karya dengan anggaran Rp144 miliar dari APBN 2025.
Pengurus GAMMA, Abdullah Hasyim, mengatakan, audiensi diterima jajaran Subbid II Direktorat Irigasi dan Rawa Ditjen SDA. Dalam pertemuan tersebut, GAMMA menyerahkan hasil kajian lapangan beserta sampel material yang digunakan PT Nindya Karya pada pekerjaan irigasi di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau–Ciujung–Cidurian (BBWSC3).
“Dugaan kami terbukti. Material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi teknis, dan ada pekerjaan yang diduga tidak sesuai kontrak,” tegas Hasyim kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 25 November 2025.
Ia menambahkan, GAMMA tidak hanya menyerahkan dokumentasi pekerjaan, tetapi juga memperlihatkan sampel material secara langsung.
Hasyim mengungkapkan, GAMMA mendesak Kementerian PU mengambil langkah tegas terhadap satuan kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air BBWSC3. Selain itu, pihaknya meminta dilakukan pembongkaran di titik-titik pekerjaan yang diduga bermasalah. GAMMA berkomitmen terus mengawal proses evaluasi hingga tuntas.
“Hasil audiensi jelas. Pihak Direktorat Irigasi dan Rawa akan turun langsung bersama Itjen Kemen PU untuk mengevaluasi pekerjaan, termasuk kemungkinan pembongkaran pada titik yang tidak sesuai,” ujarnya.
Namun, Hasyim menegaskan GAMMA akan menyiapkan aksi unjuk rasa apabila Kemen PU tidak menunjukkan ketegasan dalam waktu dekat. “Kalau tidak ada langkah tegas, kami akan datangi kantor Kemen PU dengan massa aksi,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











