SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dunia pemasaran telah memasuki babak baru yang didominasi oleh Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence (AI) dan tingginya daya kreasi Generasi Z (Gen Z).
Menyadari pergeseran ini, tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Universitas Pamulang PSDKU Serang baru-baru ini sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Ai Dan Gen Z Marketing, Implementasi Realitas Pemasaran dan Etika Profesional Masa Kini” di SMK Raudhatul Muawanah.
Kegiatan yang diketuai oleh Amalia Fatia, S.Akun., M.M yang beranggotakan Denies Susanto, S.T., M.M. , dan Ismail Ludin, S.M., M.M Dosen Program Studi Manajemen (PSDKU Kampus Serang) ini, bertujuan untuk membekali siswa-siswi SMK Raudhatul Muawanah, khususnya dari jurusan yang relevan, dengan keterampilan praktis serta kesadaran etika dalam memanfaatkan teknologi AI untuk strategi pemasaran yang efektif dan relevan dengan audiens Gen Z.
Ketua Pelaksana PkM, Amalia Fatia S.Akun M.M menjelaskan, kegiatan tersebut diinisiasi sebagai respons terhadap tantangan ganda dalam dunia kerja. Pertama, integrasi AI yang kini menjadi tulang punggung personalisasi konten dan analisis data pemasaran. Kedua, peran krusial Gen Z yang merupakan digital native, sebagai target pasar utama sekaligus kreator konten masa depan.
“Gen Z bukan hanya konsumen pasif, mereka adalah produsen konten yang cerdas. Kami ingin memastikan siswa-siswi SMK Raudhatul Muawanah tidak hanya mahir dalam menggunakan tool AI untuk membuat iklan atau menganalisis tren, tetapi juga memahami psikologi Gen Z dalam mengonsumsi informasi,” ujar Amalia Fatia dalam sesi pembukaan kegiatan tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Amalia Fatia memaparkan materi meliputi pengenalan AI dalam Content Creation, Pelatihan penggunaan tools AI untuk mendesain visual, menulis copywriting, hingga ideasi konten video pendek yang disukai Gen Z, serta Analisis Tren Pemasaran Gen Z: Memahami platform yang dominan (seperti TikTok dan Instagram Reels-red), gaya bahasa, serta nilai-nilai yang penting bagi Gen Z (otentisitas, keberlanjutan, dan inklusivitas-red).

Implementasi Nyata dan Etika Profesional
Bagian paling menarik dari PkM ini adalah sesi implementasi. Peserta diajak untuk melakukan simulasi kampanye pemasaran digital menggunakan skenario produk UMKM lokal. Mereka belajar bagaimana AI dapat membantu dalam:
- Segmentasi Pasar Otomatis: Mengidentifikasi di mana dan kapan audiens Gen Z paling aktif.
- A/B Testing Konten: Menggunakan AI untuk menentukan judul atau thumbnail mana yang paling menarik perhatian.
- Optimalisasi Iklan: Memahami metrik dasar seperti engagement rate dan conversion.
Tidak kalah penting, tim PkM juga menyoroti aspek Etika Profesional Masa Kini. Di era AI, isu privasi data, otentisitas konten, dan hak cipta menjadi sangat penting. Siswa-siswi dibekali pemahaman untuk menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghindari praktik deepfake atau plagiarisme, serta menjunjung tinggi transparansi dalam penggunaan AI di materi promosi.
“Teknologi harus sejalan dengan moralitas. Lulusan SMK harus siap menjadi profesional yang cakap teknologi dan berintegritas,” tegas Amalia Fatia.
Sementara, Kepala Sekolah SMK Raudhatul Muawanah mengapresiasi atas pelaksanaan PkM tersebut.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari siswa-siswi. Pelatihan ini adalah bekal berharga yang menjembatani kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri 4.0. Kami berharap, kolaborasi ini dapat berlanjut untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap bersaing di kancah digital,” tuturnya.
Kegiatan PkM di SMK Raudhatul Muawanah ini diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah kejuruan lain dalam mengintegrasikan kurikulum berbasis AI dan digital marketing yang relevan dengan Gen Z, sehingga menghasilkan tenaga kerja muda yang kompeten, kreatif, dan beretika.
Editor Daru











