SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut untuk memiliki lebih dari sekadar ijazah dan keterampilan teknis. Kemampuan membangun citra diri dan strategi promosi yang cerdas menjadi kunci penentu untuk dilirik perusahaan idaman. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK masih relatif tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya. Fenomena ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan tuntutan riil pasar tenaga kerja.
Merespons tantangan ini, tim dosen Program Studi Manajemen S1 Universitas Pamulang (UNPAM) Kampus Serang melakukan terobosan melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang inovatif. Mereka membekali puluhan siswa-siswi SMK Al-Khaeriyah Pengampelan dengan jurus jitu Personal Branding dan Strategi Pemasaran Diri.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, mulai pada 9-10 Oktober 2025 ini, bukan sekadar teori, melainkan workshop intensif yang langsung mempraktikkan cara “menjual” diri secara profesional. Program ini merupakan implementasi dari kontrak pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNPAM.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim pengabdi yang terdiri dari Reinardus Dwi Prio Christianto, A.Md., S.E., M.M. (Ketua), Denies Susanto, S.T., M.M., dan Nurlelah, S.Pd.I., M.Pd. (Anggota), melakukan analisis kebutuhan mendalam melalui kuesioner dan observasi langsung.
“Banyak lulusan SMK yang sebenarnya kompeten, tetapi kalah bersaing karena tidak tahu cara mempresentasikan diri dan keahliannya dengan baik. Mereka bingung membuat CV, gugup saat wawancara, dan tidak punya jejak digital yang profesional. Inilah yang kami coba atasi,” papar Ketua Tim Pengabdi, Reinardus Dwi Prio Christianto, A.Md., S.E., M.M.,
Hasil analisis menunjukkan bahwa 85% siswa belum memahami konsep personal branding, 90% tidak memiliki CV yang sesuai standar industri, dan 95% tidak memiliki akun LinkedIn yang teroptimalkan. Selain itu, 80% siswa mengaku merasa grogi dan tidak percaya diri saat menghadapi situasi wawancara kerja.
Pendekatan Dua Sisi: Dari Pengembangan Diri Hingga Pemasaran
Salah satu anggota tim Denies Susanto, S.T., M.M., mengatakan, program ini dirancang dengan pendekatan komprehensif yang mengintegrasikan perspektif psikologi perkembangan dengan strategi pemasaran modern. Di satu sisi, pendekatan pengembangan diri digunakan untuk membangun fondasi kepercayaan diri. Disisi lain, pendekatan pemasaran diaplikasikan untuk mengemas dan mempromosikan potensi tersebut.
“Kami ajak siswa untuk menggali potensi terpendam mereka melalui berbagai assessment dan refleksi diri. Siapa diri mereka, apa kelebihan mereka, dan nilai jual apa yang bisa ditawarkan ke perusahaan. Dari situ, baru kami bimbing untuk membuat ‘merek pribadi’ atau personal brand yang otentik,” tuturnya.
Proses penemuan jati diri profesional ini menjadi fondasi crucial dalam membangun personal branding yang sustainable. Siswa diajak untuk membuat brand statement pribadi yang mencerminkan nilai unik dan kompetensi spesifik mereka.
Workshop Interaktif: Dari Teori Menuju Praktik
Salah satu peserta kegiatan Siti Latifah menuturkan, sesi workshop dirancang secara interaktif dengan komposisi 30% teori dan 70% praktik. Siswa tidak hanya mendengar, tetapi langsung mempraktikkan berbagai keterampilan essential yang dibutuhkan di dunia kerja. Mereka diajarkan cara membuat Curriculum Vitae (CV) yang “memukau” menggunakan template modern dan aplikasi desain seperti Canva. Teknik penulisan surat lamaran yang persuasif dan personalized juga menjadi fokus pelatihan. Tak ketinggalan, pembuatan portofolio digital untuk memamerkan karya dan sertifikat menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
“Selama ini saya hanya membuat CV seadanya, ternyata ada teknik khusus untuk membuatnya menarik perhatian HRD. Sekarang saya punya CV yang profesional dan siap digunakan untuk melamar kerja,” ujarnya.
Simulasi Wawancara: Membangun Mental dan Kompetensi
Sesi yang paling dinantikan adalah simulasi wawancara kerja. Dalam sesi ini, para siswa diuji layaknya menghadapi pewawancara sungguhan. Tim dosen berperan sebagai HRD yang kritis dan profesional. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal, teknik menjawab pertanyaan sulit, serta strategi menonjolkan keunggulan diri. Umpan balik langsung diberikan untuk membantu peserta memperbaiki performa mereka.
“Awalnya dag-dig-dug, tapi setelah dapat masukan, jadi lebih pede (percaya diri) buat jawab pertanyaan dan jaga bahasa tubuh. Sekarang saya memahami bahwa wawancara bukanlah interogasi, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan,” ujar Rizky Kharis, salah satu siswa kelas XII.
Revolusi Digital: Mengoptimalkan LinkedIn sebagai Senjata Profesional
Di era digital 4.0, tim pengabdi membekali siswa dengan jurus jitu mengoptimalkan LinkedIn. Platform profesional ini dijadikan senjata strategis untuk membangun jaringan dan menarik perhatian recruiter.
“Kami pandu mereka dari nol, cara bikin akun, isi profil agar profesional, sampai strategi networking yang benar. Jejak digital yang baik bisa membuka pintu peluang yang tak terduga. Dalam dua hari saja, sudah terlihat peningkatan signifikan dalam profil LinkedIn mereka,” jelas Reinardus Dwi Prio Christianto, A.Md., S.E., M.M.
Peserta diajarkan teknik menulis headline yang menarik, membuat summary yang compelling, serta strategi membangun koneksi yang berkualitas. Mereka juga mendapatkan pemahaman tentang etika berkomunikasi di platform profesional dan jenis konten yang pantas untuk dibagikan.
Dukungan Institusi dan Evaluasi Keberhasilan
Kepala SMK Al-Khaeriyah Pengampelan, Muslim, S.Pd.I., menyambut positif dan mengapresiasi langkah nyata dari Universitas Pamulang ini. Dalam laporan pelaksanaan kerjasama, beliau menegaskan komitmen sekolah untuk mendukung penuh program ini.
“Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Ilmu yang diberikan sangat aplikatif dan langsung menjawab kebutuhan mereka. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut untuk mempersiapkan lulusan kami agar lebih siap tempur di dunia kerja,” ujarnya.
Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 75%. Selain itu, kuesioner kepuasan mitra yang diisi oleh kepala sekolah menunjukkan tingkat kepuasan 95% terhadap pelaksanaan kegiatan.
Keberlanjutan Program dan Rekomendasi Strategis
Program ini tidak berhenti sampai di sini. Tim pengabdi memberikan rekomendasi strategis kepada sekolah untuk mengintegrasikan materi-materi tersebut ke dalam kurikulum bimbingan karir. Penyusunan handbook “Personal Branding untuk Siswa SMK” juga menjadi salah satu output program yang dapat digunakan sebagai panduan berkelanjutan.
“Kami merekomendasikan pembentukan komunitas alumni di media sosial profesional agar siswa dapat terus berbagi pengalaman dan peluang kerja. Monitoring berkala melalui guru BK juga essential untuk memastikan implementasi berjalan optimal,” tambah Reinardus.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Dengan bekal ini, diharapkan siswa SMK Al-Khaeriyah Pengampelan tidak lagi menjadi “jago kandang”, tetapi siap terbang tinggi dan bersaing di panggung nasional, bahkan global. Program ini tidak hanya meningkatkan hard skills dalam menyusun materi promosi diri, tetapi juga membangun soft skills dan confidence yang menjadi kunci sukses di dunia kerja.
“Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan daya saing generasi muda Indonesia, khususnya di wilayah Banten. Program ini akan kami replikasi dan adaptasi di SMK-SMK lainnya, tentu dengan penyesuaian kebutuhan masing-masing,” tutup Reinardus.
Pengabdian masyarakat ini merupakan bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan dunia kerja dan menyiapkan generasi emas Indonesia yang siap bersaing di kancah global. Melalui sinergi yang baik antara akademisi, dunia pendidikan, dan industri, diharapkan dapat tercipta lulusan SMK yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkarier secara profesional.
Reporter: Eko Fajar A











