KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Tangerang membangun Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang di kawasan pusat pemerintahan. Pembangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda wilayah, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan literasi digital bagi masyarakat.
Tugu Titik Nol tersebut dibangun di kawasan perkantoran Pemkab Tangerang. Lokasinya berada di antara Gedung Inspektorat dan Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandi, menjelaskan fungsi tugu tidak sebatas monumen. Pemerintah merancang bangunan ini sebagai ruang publik yang edukatif.
“Di dalam Tugu Titik Nol nanti akan tersedia perpustakaan digital. Fungsinya sebagai pusat literasi masyarakat yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah,” kata Erwin, Jumat, 19 Desember 2025.
Menurut Erwin, keberadaan perpustakaan digital diharapkan menjadi alternatif ruang belajar. Fasilitas ini ditujukan khususnya bagi pelajar.
“Perpustakaan digital ini menyasar anak-anak sekolah. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang lebih menarik,” ujarnya.
Erwin menjelaskan konsep digital dipilih karena keterbatasan ruang bangunan. Seluruh koleksi literasi akan berbasis elektronik.
“Koleksinya berupa e-book, ensiklopedia digital, hingga majalah ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelasnya.
Saat ini, Pemkab Tangerang memfokuskan pembangunan pada pengerjaan fisik bangunan. Pengisian interior dan konten digital direncanakan mulai 2026.
“Mudah-mudahan pertengahan 2026 Tugu Titik Nol sudah rampung dan bisa dimanfaatkan masyarakat,” harap Erwin.
Terkait anggaran, Erwin menyebut proyek ini dikerjakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menyebut anggaran pembangunan mencapai Rp2,15 miliar.
“Fungsi utama tugu ini sebagai penanda titik nol kilometer. Jarak ke seluruh wilayah Kabupaten Tangerang akan dihitung dari sini,” kata Ujat.
Ujat menambahkan lokasi dipilih karena Tigaraksa merupakan pusat pemerintahan dan pusat kota Kabupaten Tangerang.
“Seluruh perhitungan jarak wilayah kabupaten nantinya mengacu pada titik ini,” ungkapnya.
Selain sebagai penanda wilayah, kawasan Tugu Titik Nol juga dirancang menjadi taman publik. Pemerintah ingin menghadirkan ruang terbuka yang lebih tertata dan nyaman.
“Desainnya lebih terbuka dan estetik. Kami berharap Tugu Titik Nol menjadi landmark baru sekaligus ruang favorit warga,” pungkas Ujat.
Terpisah, Eki (30), salah satu pelaksana proyek, menjelaskan luas kawasan pembangunan. Total area mencapai sekitar 1.150 meter persegi.
“Luas bangunan sekitar 118 meter persegi. Total kawasan, termasuk taman, sekitar 1.150 meter persegi,” terangnya.
Pemkab Tangerang menargetkan Tugu Titik Nol menjadi ikon baru daerah. Proyek ini juga diharapkan memperkuat fungsi ruang publik dan literasi digital masyarakat.
Reporter: Mulyadi
Editor: Aas Arbi











