CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Kiprah relawan PMI Kota Cilegon turut terwujud melalui keterlibatan langsung dalam Operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) di sejumlah wilayah Sumatera.
Dua relawan PMI Kota Cilegon tercatat aktif menjalankan misi kemanusiaan lintas daerah. Mereka adalah Dedi Ali Yusuf dan Ikbal Kamil, yang diterjunkan ke wilayah terdampak bencana dengan peran berbeda sesuai kebutuhan lapangan.
Dedi Ali Yusuf menjalankan tugas pelayanan WASH (Water, Sanitation and Hygiene) di Kabupaten Aceh Timur selama 28 hari, 3-30 Desember 2025.
Bersama relawan dari berbagai daerah dan masyarakat setempat, Dedi terlibat dalam penyediaan air bersih, dukungan sanitasi darurat, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi warga terdampak.
“Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui layanan WASH, kami berupaya memastikan warga tetap memiliki akses air bersih sekaligus memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan,” ujar Dedi.
Ia menambahkan, solidaritas antarrelawan serta dukungan masyarakat lokal menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan, terutama di tengah keterbatasan sarana pascabencana.
Sementara itu, Ikbal Kamil tergabung dalam Tim Kesehatan pada Operasi TDB di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Ikbal menjalani masa penugasan sejak 20 Desember 2025-4 Januari 2026.
Dalam misi tersebut, ia memberikan pelayanan kesehatan dasar, pemeriksaan kondisi kesehatan warga, hingga penanganan awal bagi masyarakat terdampak bencana.
“Dalam kondisi darurat, kehadiran relawan kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan harapan bagi masyarakat. Kami berupaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bersama tenaga medis setempat,” kata Ikbal.
Pengabdian para relawan PMI Kota Cilegon tersebut menjadi cerminan semangat solidaritas dan kepedulian kemanusiaan yang terus dijaga.
Pada momentum HUT Relawan PMI 2025, PMI Kota Cilegon menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah mengabdikan tenaga, waktu, dan pikiran demi membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah.
Editor: Agus Priwandono











