PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang mengungkapkan kondisi lumbung sosial di Pandeglang kosong dari stok logistik di awal tahun 2026.
Padahal, sejumlah wilayah di Pandeglang telah terdampak bencana, khususnya banjir yang merendam beberapa kampung di Kecamatan Patia, Sindangresmi, dan Cikeusik, dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter.
Ketua Forum KSB Provinsi Banten, Beni Madsira, mengatakan kekosongan logistik terjadi di 16 lumbung sosial yang tersebar di berbagai wilayah rawan bencana di Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung sejak eskalasi banjir pada Desember 2025, di mana seluruh cadangan logistik telah disalurkan kepada warga terdampak.
“Kondisi lumbung sosial sudah kosong di awal tahun 2026 ini. Saat kami tanyakan ke kabupaten, logistik di Dinas Sosial juga kosong,” ujar Beni, Senin, 5 Januari 2025.
Ia mengakui, kekosongan stok logistik tersebut sangat menghambat distribusi bantuan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi. Akibatnya, relawan di tingkat desa tidak dapat berbuat banyak saat proses evakuasi karena cadangan pangan dan sandang belum terisi kembali.
Beni menjelaskan, kebutuhan mendesak saat ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar atau sembako, seperti beras, makanan siap saji, serta paket makanan anak sehat untuk menjaga asupan gizi kelompok rentan di lokasi bencana.
Forum KSB juga menyoroti lambatnya respons Dinas Sosial dalam memetakan kebutuhan logistik di wilayah rawan bencana. Menurut Beni, birokrasi pengajuan bantuan yang kaku menjadi penghambat relawan untuk bergerak cepat di lapangan. Padahal, eskalasi bencana mulai meningkat seiring kenaikan curah hujan serta laporan pohon tumbang di wilayah Mandalawangi dan Patia yang membutuhkan penanganan darurat.
“Mestinya saat memasuki musim seperti ini, Dinas Kabupaten sudah tahu titik-titik rawan bencana dan segera melakukan pengisian lumbung sosial,” tegasnya.
Sebagai langkah darurat, Forum KSB Pandeglang saat ini kembali mengajukan permohonan bantuan logistik kepada Pemerintah Provinsi Banten. Selain itu, relawan KSB juga melakukan pendataan dampak dan kerugian untuk dijadikan dasar pengajuan bantuan secara formal.
Beni mengimbau masyarakat untuk tetap waspada secara mandiri, mengingat ketersediaan logistik di titik-titik evakuasi masih dalam kondisi kosong.
“Sejauh ini justru Dinas Sosial Provinsi yang lebih responsif menanyakan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











