SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana banjir di Kota Cilegon beberapa waktu yang lalu menarik perhatian publik.
Terlebih ketika muncul pantuan citra satelit yang menunjukan maraknya aktivitas tambang di kawasan tersebut.
Hal ini membuat Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Penertiban Tambang Ilegal turun tangan.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral(ESDM) Banten Ari James Faraddy mengatakan, saat ini satgas tengah melakukan monitoring ke lapangan, khususnya di titik-titik yang diduga menjadi pemicu banjir.
“Sekarang Satgas lagi turun ke daerah Ciwandan dan Mancak guna mencari tau penyebab banjir kemarin,” kata Ari kepada Radar Banten, Senin 5 Januari 2026.
Ari mengatakan, berdasarkan pemantauan dan data yang pihaknya himpun, di Kecamatan Ciwandan sendiri terdapat 2 perusahaan tambang.
Yakni PT Delimas Lestari dan PT Batu Buana Makmur. Area kedua tambang itu hanya 32 hektare saja. Sementara luas Kecamatan Ciwandan 3300 hektare.
“Jadi ga lebih dari 1 persen area tambang di Kecamatan Ciwandan,”katanya.
Sementara di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, pihaknya mendapati terdapat 12 perusahaan tambang dengan izin operasi produksi dan 8 IUP Eksplorasi.
“Nah saat ini tim satgas sedang ke sana,”katanya.
Ia menegaskan, satgas akan melakukan penindakan tegas jika ditemukan adanya aktivitas pertambangan ilegal yang tentunya merusak fungsi lingkungan.
“Kalau ada media tahu, ada kegiatan tambang ilegal segera laporkan ke kami atau ke Polda Banten. Karena kegiatan tambang ilegal adalah pidana dan menjadi kewenangan kepolisian RI,”pungkasnya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











