LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Perbedaan kondisi jalan di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dengan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, viral di media sosial. Video yang beredar memperlihatkan kontras mencolok antara jalan beraspal mulus di wilayah Bogor dan jalan tanah merah di wilayah Lebak.
Kondisi tersebut berada tepat di Kampung Huntara Cigobang, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak. Dalam video viral itu terlihat jelas batas wilayah dua daerah dengan kualitas infrastruktur jalan yang jauh berbeda, sehingga memantik perhatian dan reaksi publik.
Menanggapi viralnya kondisi jalan tersebut, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengaku prihatin sekaligus malu. Ia menyebut kondisi di kawasan hunian sementara (huntara) tersebut sudah berlangsung selama enam tahun tanpa pembangunan yang berarti.
“Kita prihatin, sudah enam tahun huntara tidak dibangun. Artinya pencanangan bencana nasional oleh pemerintah pusat tidak dilaksanakan, ini menunjukkan adanya kelalaian,” kata Amir saat ditemui di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa 13 Januari 2026.
Amir menegaskan, apabila pemerintah pusat tidak mampu merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) maupun infrastruktur pendukung di kawasan tersebut, maka status bencana nasional seharusnya dicabut agar pemerintah daerah bisa mengambil langkah konkret.
“Sudah enam tahun saya malu. Kemarin alat sudah dikirim oleh kita, kemampuan daerah hanya sampai situ. Kalau pusat tidak mau membangun, cabut saja pernyataan bencana nasionalnya,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi enggan mencabut status tersebut, sehingga membuat pemerintah daerah berada dalam posisi serba terbatas dalam pengambilan kebijakan pembangunan.
“Kita sebenarnya mau membangun, tapi dampaknya kita tidak bisa membangun yang lain. Kalau dari pusat bilang tidak mampu, serahkan ke daerah, kita bangun. Tapi konsekuensinya, pembangunan yang lain bisa terhenti,” pungkas Amir.
Kondisi ini menambah panjang daftar persoalan infrastruktur di wilayah terdampak bencana Lebakgedong, yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat, khususnya warga Cigobang yang terdampak langsung.
Editor: Mastur Huda











