LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Pemerintah Kabupaten Lebak merencanakan revitalisasi Masjid Agung Al-Araaf Rangkasbitung pada tahun 2026 dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Rencana tersebut menyusul selesainya revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung yang baru diresmikan belum lama ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan pemugaran Masjid Agung merupakan bagian dari penataan kawasan pusat kota yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, masjid yang berada di sekitar alun-alun perlu ditata agar selaras dengan lingkungan sekitarnya.
“Alun-alun sudah ditata dengan baik, masa masjidnya tidak. Penataan kawasan harus seimbang,” kata Halson sast berada di depan Kantor Bupati Lebak, Kamis 15 Januari 2026.
Halson menjelaskan, anggaran Rp5 miliar tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah.
Berdasarkan detail engineering design (DED), kebutuhan ideal untuk pemugaran Masjid Agung Rangkasbitung sebenarnya mencapai sekitar Rp8 miliar.
“Kalau melihat DED-nya, kebutuhannya di kisaran Rp8 miliaran. Tapi kita sesuaikan, terutama pada bagian belakang masjid,” ujarnya.
Ia mengakui kondisi fiskal Kabupaten Lebak saat ini cukup terbatas. Pada tahun 2026, anggaran daerah mengalami pemotongan sebesar Rp118 miliar dari pemerintah pusat sehingga penentuan prioritas pembangunan harus dilakukan secara selektif.
“Kita tahun ini dipotong Rp118 miliar. Itu angka yang besar, jadi semua harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Halson.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lebak telah meresmikan revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung dengan anggaran Rp4,9 miliar. Penataan tersebut menghadirkan berbagai fasilitas publik untuk masyarakat.
Fasilitas yang dibangun meliputi lapangan olahraga, area bermain anak, hingga jalur lari yang dapat dimanfaatkan warga sebagai ruang publik dan sarana aktivitas sosial.
Selain itu, Hasbi juga berencana menambah anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pengembangan fasilitas Alun-alun Rangkasbitung, termasuk pembangunan toilet umum dan jalur pedestrian, agar kenyamanan masyarakat semakin meningkat.
Reporter: Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











