LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mencatat tingginya kejadian bencana alam sepanjang Januari 2026. Dalam satu bulan, bencana terjadi hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak, dengan dominasi bencana hidrometeorologi akibat hujan berintensitas tinggi dan cuaca ekstrem.
Berdasarkan data BPBD Lebak, sebanyak 112 kejadian bencana tercatat di 28 kecamatan dan 101 desa serta kelurahan. Jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, angin kencang, hingga pergerakan tanah.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menyampaikan bencana alam yang terjadi tidak hanya berdampak pada wilayah permukiman, tetapi juga menimbulkan korban jiwa. BPBD mencatat satu orang meninggal dunia dan lima orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana.
Selain korban jiwa, bencana juga merusak ratusan rumah warga. BPBD mencatat sebanyak 1.091 rumah terdampak atau terendam banjir di berbagai wilayah Kabupaten Lebak.
Menurut Sukanta, tingkat kerusakan rumah warga cukup signifikan. BPBD mencatat 49 rumah mengalami rusak ringan, 22 rumah rusak sedang, dan 29 rumah rusak berat akibat berbagai kejadian bencana alam.
“Selain rumah warga, bencana juga merusak infrastruktur. Ada enam ruas jalan dan sembilan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana,” kata Sukanta kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 6 Januari 2026.
Sukanta menjelaskan, rincian kejadian bencana hidrometeorologi selama Januari 2026 meliputi banjir di 17 titik, cuaca ekstrem sebanyak 36 kejadian, angin kencang tiga kejadian, tanah longsor 39 kejadian, serta pergerakan tanah tujuh kejadian.
Ia menilai cuaca ekstrem yang terjadi secara beruntun menjadi faktor utama meningkatnya kejadian bencana di Kabupaten Lebak. Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Saya mengimbau masyarakat Lebak untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana,” katanya.
Editor: Aas Arbi











