TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Olahraga padel saat ini tengah menjadi tren yang berkembang pesat di Indonesia, terutama di kalangan milenial, Gen Z, dan komunitas olahraga urban.
Dengan lahan yang lebih kecil dibanding tenis dan potensi partisipasi yang tinggi, membuka usaha lapangan padel menjadi ini salah satu peluang usaha yang menjanjikan.
Tidak hanya untuk bisnis penyewaan, lapangan padel juga dapat di monetisasi melalui coaching, turnamen, hingga sponsor sip.
Dikutip dari laman resmi Sahabat Pegadaian, berikut estimasi modal dan biaya operasional usaha lapangan padel.
Estimasi Modal Usaha Lapangan Padel
Sebelum memulai usaha lapangan padel, penting untuk mengetahui estimasi modal yang dibutuhkan.
Perlu dicatat bahwa angka-angka berikut merupakan perkiraan karena biaya dapat berbeda tergantung lokasi, spesifikasi lapangan, dan kualitas material.
Berikut ini rincian estimasi biaya pembuatan lapangan padel indoor dan outdoor:
Biaya di atas bisa lebih hemat jika menggunakan paket lapangan padel siap pakai dari kontraktor spesialis, mulai dari Rp 300 jutaan per lapangan, termasuk struktur pagar, flooring, equipment, dan jasa pemasangan.
Biaya Operasional Bulanan
Selain modal awal, kamu perlu mempertimbangkan biaya operasional bulanan agar bisnis berjalan lancar:
Gaji karyawan (admin, kebersihan, pelatih): Rp 15 juta–Rp 25 juta
Listrik, perawatan fasilitas, dan flooring: Rp 10 juta–Rp 20 juta
Marketing dan event: Rp 5 juta–Rp 10 juta
Total biaya operasional bulanan diperkirakan sekitar Rp 30 juta–Rp 50 juta, tergantung skala lapangan dan tingkat okupansi.
Kalau modal awal untuk membangun lapangan padel terasa cukup besar, kamu tidak perlu khawatir. Saat ini ada solusi pendanaan yang telah memiliki izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu Pinjaman Usaha dari Pegadaian.
Layanan ini memungkinkan kamu memperoleh tambahan modal usaha dengan menjaminkan BPKB kendaraan sebagai agunan, tanpa prosedur yang rumit.
Dengan dana tambahan ini, kamu bisa lebih leluasa mengatur biaya pembangunan, operasional, maupun pengadaan fasilitas tambahan agar lapangan padel profesional segera bisa beroperasi.
Perhitungan Keuntungan
Pendapatan utama berasal dari penyewaan lapangan per jam. Berikut contoh perhitungannya:
Harga sewa rata-rata: Rp 400.000/jam
Jam operasional: 12 jam/hari
Tingkat okupansi: 50 persen (6 jam terpakai/hari)
Pendapatan bulanan:
Rp 400.000 × 6 jam × 30 hari = Rp 72 juta
Dengan biaya operasional Rp 40 juta, laba bersih bulanan: Rp 32 juta, atau sekitar Rp 384 juta/tahun.
Jika okupansi meningkat menjadi 70–80 persen dan menambah sumber pendapatan lain seperti membership, coaching, event, atau retail, potensi laba bisa mencapai Rp 1,2 miliar–Rp 1,3 miliar per tahun, membuat balik modal dalam 1 tahun sangat memungkinkan.
Editor: Agus Priwandono











