PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jalan di Kampung Malangnengah, Desa Tegalongok, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, tak kunjung tersentuh pembangunan. Sudah puluhan tahun, warga harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak parah.
Saat musim hujan tiba, jalan tersebut berubah bak kubangan kerbau. Air menutup lubang-lubang besar, menyisakan genangan lumpur yang dalam. Setiap hari, pemandangan itu menjadi hal biasa bagi warga setempat.
Pengendara sepeda motor tampak berjalan pelan. Mereka harus zig-zag mencari bagian jalan yang masih bisa dilalui untuk menghindari lubang. Tak jarang roda kendaraan terperosok karena permukaan jalan tertutup air.
Ruas jalan ini menghubungkan Desa Tegalongok dengan Desa Pasirkarag. Hampir di sepanjang jalur, kondisi aspal rusak berat dan sulit dilalui, terutama saat hujan turun.
Bagi warga, jalan tersebut merupakan akses vital. Jalur itu digunakan untuk aktivitas pendidikan, menuju layanan kesehatan, hingga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Perlu diketahui, bahwa infrastruktur jalan yang rusak ini merupakan status kewenangan pemerintahan daerah Kabupaten Pandeglang.
Salah satu warga setempat, Sinta mengatakan, dirinya sangat mengeluhkan terkait kondisi infrastruktur jalan yang sudah lama puluhan tahun belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Sudah lama jalan rusak parah gini sampai berlubang sudah kaya kubangan kerbau kalau ada turun hujan,” ungkapnya, Kamis 26 Februari 2026.
Dijelaskannya, jalan ini menuju akses pendidikan, pelayanan kesehatan menuju puskesmas dan aktivitas masyarakat dalam berdagang serta membawa hasil tani.
“Maka ini harus segera diperbaiki, udah lama masa mau gini aja gak ada perbaikan ganti Bupati ganti Gubernur enggak ada perubahan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Andrian Wisudawan, mengakui belum seluruh ruas jalan di daerahnya dalam kondisi mantap.
“Kami menyadari belum semua ruas jalan dapat kami bangun hingga mencapai kondisi mantap,” kata Andrian.
Ia menjelaskan, Pemkab Pandeglang terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur jalan. Namun, keterbatasan fiskal membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Karena kendala kemampuan keuangan daerah, pembangunan belum optimal,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak











