SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, mulai dari distribusi air bersih hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, selain ancaman kekeringan, potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
“Kalau kebakaran itu kebanyakan lahan, ada di wilayah Banten Selatan. Untuk wilayah perkotaan, kebakaran permukiman itu diprediksi terjadi di Tangerang Raya,” katanya, Selasa 14 Juli 2026.
BPBD Provinsi Banten telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, serta instansi terkait untuk menyiapkan personel dan sarana penanggulangan bencana. Distribusi air bersih juga akan dilakukan apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Di sektor pertanian, BPBD bersama Dinas Pertanian menyiapkan bantuan pompa air atau alkon guna menjaga pasokan irigasi bagi lahan persawahan yang terdampak kekeringan.
Meski demikian, Lutfi mengakui armada mobil tangki air milik BPBD Provinsi Banten masih terbatas. Saat ini BPBD Provinsi Banten hanya memiliki empat unit mobil tangki, sedangkan BPBD kabupaten/kota secara keseluruhan memiliki sekitar 150 unit armada.
“Satu bulan ke depan kita membackup pengiriman air bersih di wilayah Pandeglang melalui kolaborasi dengan BPBD Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.
Lutfi juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa pengawasan, maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kalau memang terpaksa dilakukan, pastikan benar-benar ditunggu sampai api padam,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











