PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 11 masjid di Kabupaten Pandeglang disiapkan menjadi tempat singgah bagi pemudik selama arus mudik Lebaran 2026.
Langkah tersebut dilakukan agar para pemudik yang menempuh perjalanan jauh memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk beristirahat sekaligus menunaikan ibadah.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang Lukmanul Hakim mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari program Masjid Ramah Pemudik yang digagas pemerintah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kita mendapatkan amanah dari Pak Prabowo melalui program Astacita yang kemudian diturunkan ke Kementerian Agama melalui Delapan Program Prioritas (Asta Protas). Dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah, kami menyediakan Masjid Ramah Pemudik tahun 2026,” kata Lukmanul, Minggu 15 Maret 2026.
Kemenag Kabupaten Pandeglang mencatat sedikitnya 11 masjid di sepanjang jalur mudik yang akan difungsikan sebagai posko layanan pemudik.
Masjid tersebut di antaranya Masjid Al-Muhibbin di Kecamatan Cadasari, Masjid Besar Arrohim di Kecamatan Karangtanjung, Masjid Attin NU di Kecamatan Majasari, Masjid Baitul Magfiroh di Kecamatan Cimanuk Pasar, Masjid Al-Muttaqin di Kecamatan Cipeucang, serta Masjid Pasar Sabut di Kecamatan Sodong.
Selain itu terdapat Masjid Kampung Ciputri di Kecamatan Menes, Masjid Jaha Labuan di Kecamatan Labuan, Masjid Muhammadiyah di Kecamatan Panimbang, dan Masjid Tegal Papak di Kecamatan Sukaresmi.
“Nah, itulah titik-titik masjid yang bisa dimanfaatkan para pemudik untuk beristirahat ataupun menunaikan ibadah,” ujarnya.
Lukmanul menjelaskan, masjid yang ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik telah dipersiapkan dengan berbagai sarana pendukung, seperti area parkir yang luas, kebersihan masjid, serta toilet yang memadai.
Pengurus masjid juga diminta membuka akses rumah ibadah selama 24 jam selama periode mudik. Selain itu, fasilitas penunjang seperti tempat wudu, toilet, dan area parkir diminta tetap dijaga kebersihan dan keamanannya.
Tak hanya itu, sejumlah masjid juga menyediakan fasilitas tambahan seperti area istirahat, bantal, hingga charging station untuk mengisi daya telepon seluler pemudik.
“Alhamdulillah, kami juga menyiapkan bantal di 11 masjid itu agar pemudik bisa beristirahat,” ucapnya.
Selain layanan istirahat, pihaknya juga menyediakan layanan konsultasi pengurusan sertifikat tanah wakaf bagi masyarakat.
“Ini program dari Pak Menteri. Jadi selain layanan istirahat, kami juga memberikan layanan konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengurus sertifikat tanah wakaf,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik.
“Insyaallah, untuk buka puasa dan minum juga disiapkan. Kita maksimalkan semampu mungkin,” pungkasnya.
Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Aas Arbi











