PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – PD IGRA (Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal) Kabupaten Pandeglang mengelar acara halal bihalal sekaligus Rakerda II Tahun 2026. PD IGRA ialah wadah organisasi profesi guru RA berada di bawah naungan Kementerian Agama.
PD IGRA juga sebagai wadah organisasi yang bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesejahteraan pendidik RA serta meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini yang islami.
PD IGRA aktif menggelar berbagai kegiatan seperti LDK, pelatihan, dan Rakerda.
Pelaksanaan halal bihalal dan Rakerda II PD IGRA untuk mempererat silaturahmi sekaligus konsolidasi organisasi, bertempat ruang Oproom Setda Pandeglang.
Ketua PD IGRA Kabupaten Pandeglang, Siti Fatimah Muntador mengatakan, momentum halal bihalal memiliki makna penting dalam memperkuat kebersamaan dan meningkatkan sinergi antar pendidik Raudhatul Athfal (RA).
“Sekaligus sarana menyusun rencana kerja daerah. Dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak dengan penuh ketulusan, kesabaran, dan keikhlasan,” katanya, Minggu, 19 April 2026.
Patimah menegaskan, pentingnya menjaga tradisi silaturahmi sebagai fondasi kekuatan organisasi. Serta menjadi sarana koordinasi untuk meningkatkan kualitas kinerja, mengembangkan kompetensi, menjaga profesionalitas, serta meningkatkan kapasitas diri para guru.
“Setiap guru dituntut memiliki pengetahuan, penampilan, dan sikap profesional agar mampu mencetak generasi unggul,” katanya.
Patimah juga berharap, terbangun sinergi yang semakin kuat antara PD IGRA dan seluruh anggotanya di Kabupaten Pandeglang.
“Sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan anak usia dini secara berkelanjutan,” katanya.
Kepala Seksi Pendidikan Mandrasah pada Kantor Kementerian Agama Pandeglang, Isa menyampaikan pesan, tentang pendidikan profesi guru (PPG) tahun 2026.
“Lalu terkait visitasi akreditasi RA/Madrasah. Ini kaitan kunjungan tim asesor ke lembaga pendidikan untuk verifikasi, klarifikasi data, dan observasi langsung guna memastikan pemenuhan standar nasional pendidikan,” katanya.
Kegiatan visitasi akreditasi ini meliputi pengecekan dokumen, pengamatan pembelajaran, serta wawancara.
“Yang bertujuan meningkatkan kualitas serta penjaminan mutu madrasah,” katanya.
Selanjutnya mensosialisasikan kurikulum berbasis cinta (KBC) sebagai pendekatan pendidikan yang berfokus pada kasih sayang, empati, dan akhlak mulia.
“Menyesuaikan metode pembelajaran dan menyediakan fasilitas pendukung, dengan implementasi pilar “Panca Cinta” (cinta Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada alam dan lingkungan, cinta kepada tanah air),” katanya.
Lalu memberikan penjelasan kaitan Panggkalan Data Ujian Madrasah (PDUM) Tahun 2026. Pendampingan RA/Madrasah yang akan akreditasi.
PMBM (Penerimaan Murid Baru Madrasah) Bersama dan PMBM Mandiri Siswa Madrasah. Pembinaan guru yang belum di Sertifikasi.
“Serta kaitan pengangkatan Guru RA/Madrasah di swasta harus berpedoman pada PMA 1006 tahun 2021 tentang pengangkatan guru madrasah dan Peraturan yang berlaku yang dikeluarkan pemerintah,” katanya.
Editor: Bayu Mulyana











