LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- DPRD Lebak menyambut baik adanya penurunan kemiskinan di Lebak. Karenanya, DPRD Lebak akan mengawal program pembangunan pro rakyat terutama untuk mwmgentaskan kemiakinan maupun kemiakinan ekstrem di Lebak.
Berdasarkan rilis dari BPS, angka kemiskinan di Kabupaten Lebak tahun 2025 menurun menjadi 8,03 persen. Sementara angka kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan menjadi 0,53 persen.
Penurunan kemiskinan ini tak lepas dari berbagai program strategis pemerintah daerah dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di bumi Multatuli, diantaranya bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi bagi keluarga miskin di sektor produktif dsn penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari menyambut adanya penurunan kemiskinan di Lebak. Menurutnya, DPRD aktif mengawal kebijakan penurunan kemiskinan melalui penetapan Perda penanggulangan, sinkronisasi anggaran, dan pengawasan ketat terhadap program bantuan sosial agar tepat sasaran.
“Fokus pengawalan mencakup validitas data penerima manfaat, pemberdayaan ekonomi UMKM, serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan di daerah,” katanya, Minggu 5 April 2026.
la menjelaskan, langkah kongkret dewan dalam memastikan efektivitas penanganan
kemiskinan dilakukan melalui pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program pemerintah. Menurutnya, keberadaan kemiskinan ekstrem tetap harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya pemerintah daerah dan DPRD sebagai representasi masyarakat.
“Kami berkonitmen mengawal itu termasuk program pro rakyat diantaranya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) setiap tahunnya terus digulirkan ditengah keterbasatasan anggaran pemerintah daerah,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.
Sebelumnya Plt Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperinda) Kabupaten Lebak Widy Ferdian mengatakan, penanggulangan Kemiskinan merupakan fokus yang terus menjadi perhatian Bupati Lebak.
“Berbagai program pembangunan di Organisasi Perangkat Daerah untuk masyarakat terus digukirkan. Alhamdukilah, hasilnya berdasarkan rilis BPS tahun 2025 kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Lebak turun,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











