SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Realisasi pajak di triwulan pertama di Kabupaten Serang mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan tahun 2025 lalu.
Tercatat, berdasarkan data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang per tanggal 31 Maret 2026, realisasi pajak pada triwulan pertama berada di angka 19,96 persen atau sebesar Rp159,39 miliar. Ada kenaikan sebesar 1,51 persen dibandingkan dengan realisasi triwulan pertama tahun 2025.
Ada kenaikan realisasi sebesar Rp12 miliar dibandingkan dengan tahun 2025 lalu untuk sektor pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kepala Bapenda Kabupaten Serang, Lalu Farhan Nugraha, mengatakan adanya kebijakan pencetakan SPPT masal di awal tahun memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah.
“Kita cetak SPPT masal di awal tahun, tujuannya untuk lebih memaksimalkan pembayaran atau realisasi pajak bumi dan bangunan. Alhamdulillah di triwulan 1 PBB melebihi triwulan 1 di 2025, lebihnya sekitar Rp12 miliar,” katanya, Minggu 5 April 2026.
Lalu mengungkapkan, mayoritas realisasi pajak di Kabupaten Serang rata-rata berada di angka 20 persen ke atas di masing-masing objek. “Hanya opsen pajak PKB dan BBN-KB saja yang dibawah 20 persen, dampak dari adanya relaksasi yang dilakukan tahun lalu oleh provinsi,” ujarnya.
Lalu mengungkapkan, realisasi keseluruhan berada di angka 19,96 persen atau sebesar Rp159,79 miliar. Ada kenaikan capaian sebesar 1,51 persen. “Paling besar di PBB ada Kelen Han 12 miliar dari target,” tegasnya.
Lalu mengungkapkan, untuk target pendapatan pajak tahun 2026 ini ada di angka Rp796,8 miliar. “Kita optimis bisa terealisasi, realisasi di triwulan pertama sudah sangat on the track. Dengan adanya realisasi sebesar 20 persen setiap objek ini sesuai target, mudah-mudah di triwulan dua tiga sampai empat sesuai target,” ujarnya.
Farhan mengungkapkan, pihaknya akan berupaya untuk melakukan optimalisasi terhadap pendapatan pajak di Kabupaten Serang, salah satunya dengan melakukan upaya jembut bola dan mengoptimalkan seluruh infrastruktur yang ada.
“Dari mulai aplikasi yang sudah terbangun, kita terus sosialisasikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa semakin memudahkan masyarakat. Kita berupaya menekankan pembayaran secara digitalisasi dalam proses pebayaran,” ujarnya.
Selain itu layanan jemput bola seperti Moling dan layanan jemput bola lainnya akan terus dimaksimalkan, bahkan ada beberapa Samsat yang akan dikerjasamakan seperti Bojonegara, Cikande dan Pamarayan.
“Kita lakukan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap objek pajak, yang sudah terdaftar kita intensifikasi, lalu yang belum terdaftar kita ekstensifikasi untuk mengejar wajib pajak yang baru,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan pendapatan pajak BPHTB, pihaknya mengaku akan membentuk tim untuk melakukan verifikasi pajak BPHTB yang aga kesulitan di tahun-tahun sebelumnya.
“Kita akan fokuskan kepada pajak BPHTB untuk memaksimalkan capaiannya. BPHTB untuk triwulan pertama berada di angka 16,52 persen. Ini akan kita genjot,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











