ANYER,RADARBANTEN.CO.ID – Sekitar 100 alumni Universitas Lampung yang berdomisili di Provinsi Banten menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Alumni Universitas Lampung (IKA Unila) Banten, yang digelar di Hotel Jayakarta Anyer pada 19 April.
Acara berlangsung santai, hangat, dan penuh keakraban. Para alumni dari berbagai angkatan dan latar belakang terlihat saling bercengkerama, melepas rindu, sekaligus memperkuat jejaring kebersamaan.
Ketua IKA Unila Banten, Agus M Tauchid, menegaskan bahwa momentum Halal Bihalal dan Mubes ini harus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar alumni.
“Silaturahmi ini harus terus kita jaga. Alumni Unila di Banten harus tetap solid, saling mendukung, dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.
Agus yang merupakan alumni Fakultas Pertanian angkatan 1985 itu juga menekankan bahwa menjadi alumni bukan sekadar status setelah lulus, melainkan ikatan yang terus melekat sepanjang waktu.
“Semua alumni memang sudah lulus, tapi bukan berarti lepas dari Unila. Kita tetap punya ikatan. Justru melalui karya terbaik kita di masyarakat, nama Unila ikut terangkat,” katanya.
Menurutnya, perkembangan Universitas Lampung saat ini cukup pesat. Jika dahulu Unila hanya memiliki lima fakultas, kini telah berkembang menjadi delapan fakultas, dengan jumlah guru besar yang mendekati 200 orang.
“Unila sekarang sudah menjadi kampus besar dan menjadi buruan calon mahasiswa. Ini harus menjadi kebanggaan kita bersama,” tambahnya.
Senada dengan itu, alumni Fakultas Hukum angkatan 1990, Tabrani, mengungkapkan rasa bangganya bisa kembali berkumpul bersama sesama alumni.
“Kita ada di sini karena Unila, karena kita alumni Unila. Saya sangat bersyukur dan bangga menjadi bagian dari Unila,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk menjaga ikatan emosional antar alumni sekaligus memperkuat kontribusi bersama di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengajak seluruh alumni untuk terus berkontribusi dan menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
“Dari Banten untuk Unila, dan dari Unila untuk dunia,” pungkasnya.
Editor: Agung S Pambudi











