PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pilihan tempat bersantai di Kabupaten Pandeglang kian beragam. Salah satu yang bisa jadi rekomendasi adalah Kafe dan Resto Ne’u Swimming Pool yang berlokasi di Jalan AMD Lintas Timur, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang.
Kafe ini menawarkan konsep yang menggabungkan suasana santai untuk keluarga, anak muda, hingga fasilitas untuk berbagai acara seperti pernikahan dan event komunitas.
Owner Ne’u Swimming Pool, Muhammad Mushasi, mengatakan konsep utama yang diusung adalah menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman untuk semua kalangan.
“Konsep utamanya lebih ke keluarga. Selain itu, kami juga membuka untuk event-event, khususnya wedding. Tempat ini juga cocok untuk anak muda karena banyak space yang cozy,” kata Mushasi kepada Radar Banten, Minggu 19 April 2026.
Ia mengaku memilih Pandeglang sebagai lokasi usaha karena melihat potensi pertumbuhan daerah tersebut ke depan. Selain itu, ia juga ingin turut berkontribusi dalam mendorong perekonomian lokal.
“Saya melihat Pandeglang ini salah satu daerah yang akan maju. Kebetulan saya juga besar di sini, jadi ingin ikut membantu perekonomian daerah,” ujarnya.
Dari sisi target pasar, Ne’u Swimming Pool menyasar seluruh kalangan, mulai dari pelajar, anak muda, hingga keluarga.
Untuk menu, kafe ini menawarkan perpaduan konsep restoran dan kafe. Beberapa menu andalan di antaranya nasi tempong yang menjadi best seller, serta nasi goreng spesial dengan cita rasa smoky.
Selain itu, tersedia juga berbagai pilihan pasta dan camilan serta ada live musik akustik yang cocok untuk menemani waktu bersantai.
Dari segi harga, Mushasi memastikan menu yang ditawarkan cukup terjangkau.
“Harga mulai dari Rp10 ribu sampai Rp30 ribu, jadi masih ramah di kantong, baik untuk pelajar maupun keluarga,” jelasnya.
Dalam menarik pengunjung, pihaknya mengandalkan strategi pelayanan, kualitas produk, serta pemanfaatan media sosial.
Tak hanya itu, Ne’u Swimming Pool juga aktif berkolaborasi dengan pelaku UMKM lokal, baik dalam penyediaan bahan baku maupun peluang usaha.
“Kami mengambil sekitar 85 persen bahan baku dari wilayah Banten, dan sekitar 50 persen di antaranya dari Pandeglang,” ungkapnya.
Ke depan, pihaknya berencana terus melakukan pengembangan, baik dari sisi fasilitas, sumber daya manusia, maupun inovasi produk.
Selain sebagai tempat makan dan bersantai, lokasi ini juga terbuka untuk berbagai kegiatan, seperti yoga, senam, hingga kelas renang yang bekerja sama dengan pihak lain.
“Kami juga terbuka untuk UMKM yang ingin menitipkan produknya atau bekerja sama dengan kami,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana










