SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Serang menggelar rangkaian kegiatan menegaskan komitmen terhadap penguatan peran perempuan di ruang publik maupun domestik.
Kegiatan dilaksanakan pada Selasa 28 April 2026, dimulai dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Ciceri, dilanjutkan penanaman pohon pendamping pangan di Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, dan ditutup dengan dialog publik di Kafe Kalonoia.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, sekaligus refleksi atas perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih kesetaraan.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan aksi tanam pohon pendamping pangan sebagai simbol kemandirian dan ketahanan keluarga yang berkelanjutan, khususnya bagi perempuan sebagai pengelola kehidupan rumah tangga.
Puncak kegiatan ditandai dengan dialog publik bertema “Perempuan Akar Rumput Berdaya, Berkarya dan Berdampak Melawan Kekerasan dan Hoaks”, yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif dan praktisi perlindungan perempuan dan anak.
Peserta dialog publik terdiri dari berbagai kalangan. Mulai relawan, praktisi, komunitas dan aktivis mahasiswa.
Anggota DPR RI Dapil Banten II, Sarifah Ainun Jariah, dalam paparannya menegaskan bahwa semangat Kartini harus dimaknai sebagai dorongan nyata bagi perempuan untuk terus berkembang dan berkontribusi di berbagai sektor.
“Kartini emansipasi perempuan. Ini menunjukkan bahwa perempuan itu mampu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini keterwakilan perempuan di parlemen mencapai sekitar 22 persen. Keterlibatan tersebut, menurutnya, telah mendorong berbagai kebijakan strategis, termasuk pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).
“Ini membuktikan peran perempuan. Perempuan itu luar biasa, kita bisa melaksanakan peran kita sebagai politisi, tapi juga bisa menjadi istri dan ibu yang baik,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya investasi pada kualitas diri perempuan melalui pendidikan.”Investasi terbesar adalah pada diri sendiri. Perempuan pintar itu yang berpendidikan dan bisa didapatkan di mana saja,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Serang, Mochamad Nasir, mengingatkan kembali pesan ideologis Presiden pertama RI, Soekarno, dalam buku Sarinah.
“Pesan Bung Soekarno dalam buku Sarinah di antaranya, perempuan sebagai tiang negara, perempuan tidak hanya urusan domestik (sumur, kasur, dan dapur), dan bagaimana perempuan memiliki kesetaraan dalam perjuangan,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Serang Kota, Ipda Febby Mufti Ali, menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di tahun 2026.
Ia mencatat terdapat 28 kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi sepanjang tahun berjalan. Menurutnya, edukasi sejak dini menjadi langkah krusial dalam upaya pencegahan.
“Kekerasan seksual adalah perbuatan yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Penting bagi orang tua memberikan pemahaman kepada anak terkait bagian tubuh yang tidak boleh disentuh,” jelasnya.
Ia menjelaskan lima bagian tubuh yang harus dilindungi, yakni bibir, dada, pangkal paha, alat kelamin, dan bokong, serta mengingatkan potensi bahaya dari tindakan Cilukba atau cium, peluk, dan raba yang dapat menjadi pintu awal kekerasan.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Khusus Anak DP3AKB Kota Serang, dr Hena Arlini, menekankan pentingnya penguatan pola pikir pendidikan dalam keluarga.
Ia menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menangani sebanyak 48 kasus yang berkaitan dengan kekerasan perempuan dan perlindungan anak.
“Mindset pendidikan dan peran keluarga sangat menentukan dalam membangun ketahanan anak terhadap berbagai bentuk kekerasan,” katanya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, DPC PDI Perjuangan Kota Serang menegaskan peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan sosial, politik, dan budaya di tingkat akar rumput.
Editor: Abdul Rozak











