SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sawah seluas 23.000 hektare di Kabupaten Serang atau sekitar 49 persen dari total luas lahan pertanian, belum dilengkapi irigasi teknis yang memadai. Hal tersebut membuat sawah tersebut hanya mengandalkan air hujan saat masa tanam.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, jumlah lahan pertanian di Kabupaten Serang mencapai 48.100 hektare. Dari jumlah tersebut, 24.900 hektare sudah memiliki irigasi teknis. Sementara, 23.000 hektare sawah tadah hujan.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengatakan, 23.000 hektare sawag yang belum memiliki irigasi teknis tersebut akhirnya hanya memanfaatkan air hujan.
“Airnya kalau tadah hujan paling panen satu kali dalam satu tahun,” katanya, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia mengatakan, salah satu lahan yang kondisi irigasinya buruk ialah persawahan di sembilan desa di Kecamatan Tirtayasa,. Akibatnya ada sekitar 1.421 hektare lahan peetanian yang terdampak sehingga hanya bisa panen satu kali dalam satu tahun.
“Ada dua permasalahan kalau musim hujan mereka ga bisa buang sehingga sawah terendam berbulan-bulan sehingga hasilnya ga maksimal. Kalau musim kemarau tidak bisa ditanami karena tidak ada air,” ujarnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut akibat adanya pendangkalan di sejumlah sungai di dekat wilayah tersebut, seperti kali peng dan saluran irigasi yang rusak dan mengalami pendangkalan.
“Sehingga warga juga meminta BBWSC3 agar kali peng bisa dinormalisasi total sehingga bisa membuang air saat musim hujan. Lalu kondisi irigasinya juga rusak, banyak yang bocor dan ada pendangkalan,” ujarnya.
Ia mengatakan, persoalan tersebut juga terjadi di beberapa wilayah seperti di Desa Mekarsari, Kecamatan Anyar dan di wilayah-wilayah lain.
Untuk memetakan persoalan lahan-lahan pertanian yang belum memikiki pengairan yang optimal, pihaknya di tahun ini akan melakukan upaya dengan program Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan menyasar lahan-lahan yang belum optimal.
“Kita cari lahan-lahan yang kurang produktif, yang setahun hanya sekali, kita upayakan tingkatkan menjadi dua kali. Kita cari permasalahannya, kalau air kita upayakan pompanisasi,” ujarnya.
Pihaknya akan berupaya untuk menjemput bola ke kementerian untuk bantuan pompanisasi ke lahan-lahan pertanian.
Editor: Agus Priwandono











