SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang mulai melakukan pendataan terhadap lahan-lahan sawah milik warga yang terendam banjir.
Hal ini guna menindaklanjuti banjir yang terjadi di 13 Kecamatan di Kabupaten Serang pada beberapa hari yang lalu. DKPP bahkan telah menerjunkan tim untuk melakukan pendataan di lapangan.
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, mengungkapkan banjir yang merendam 13 kecamatan di Kabupaten Serangberpotensi besar adanya perluasan lahan-lahan sawah warga yang terendam banjir.
Apalagi, banjir juga merendam kecamatan-kecamatan yang notabennya merupakan wilayah pertanian, seperti di Kecamatan Pontang dan Kecamatan Tirtayasa.
Namun demikian, lanjut Suhardjo data pasti jumlah lahan yang terendam banjir belum masuk sebab belum direkap.
“Tim kita sudah kumpul semua di sana, lagi ke lapangan untuk melakukan pendataan, tapi belum update,” katanya, Rabu 11 Maret 2026.
Selain melakukan pendataan, lanjut Suhardjo, pihaknya juga akan me menginventarisir potensi puso atas lahan-lahan yang terendam.
Pasalnya, apabila ada lahan yang terendam lebih dari tiga hari maka memiliki potensi puso yang besar. “Kalau kurang dari tiga hari bisa pulih kembali,” katanya.
Selain itu, Suhardjo mengaku telah mengusulkan untuk bantuan benin kepada pemerintah Provinsi Banten terhadap untuk bantuan benih bagi petani.
“Kita juga ada bantuan benih reguler untuk 15.000 hektare dan sudah diajukan (bantuan benihnya) tapi belum turun,” ucapnya.
Bantuan tersebut mencakup sawah yang terendam banjir pada Desember 2025 hingga Januari 2026.
Diketahui, ada sebanyak 504 hektare sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan benih dari provinsi. Namun demikian saat ini bantuan itu belum turun, karena di Kabupaten Serang masih terjadi bencana.
“Kalau sudah kondusif baru kita ajukan permohonan bantuan benih untuk yang puso, per hektare butuh 15 kilogram,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suhardjo mengimbau kepada petani untuk waspada dengan cuaca saat ini yang diprediksi masih akan turun hujan. Selain itu, petani juga dihimbau waspada atas prediksi BMKG yang menyebut April akan mulai masuk kemarau.
“Informasi dari BMKG bahwa April itu kemarau panjang, kita waspada. Gunakan pompa-pompa yang sudah kita berikan, itu untuk pengambilan air,” pungkasnya.
Editor Daru











