PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Pandeglang memiliki indeks kerawanan Pemilu tertinggi di Provinsi Banten. Bawaslu Kabupaten Pandeglang pun melakukan upaya dengan melaksanakan kegiatan pendidikan pengawas partisipatif (P2P) bersama generasi muda Pandeglang.
Bawaslu melaksanakan kegiatan tersebut agar generasi muda sadar berdemokrasi. Tema kegiatannya yakni berfungsi dan bergerak untuk Pemilu 2029 yang bermartabat.
Ketua Bawaslu Pandeglang Febri Setiadi menyampaikan, kegiatan P2P ini merupakan komitmen Bawaslu untuk mengikutsertakan masyarakat agar terlibat dalam pengawasan Pemilu. “Pelanggaran Pemilu sangatlah kompleks. Untuk itu Bawaslu membutuhkan peran serta masyarakat dalam pengawasan Pemilu,” katanya, Jumat, 15 Mei 2026.
Terlebih lagi, Kabupaten Pandeglang memiliki indeks kerawanan Pemilu tertinggi di Provinsi Banten. “Tentu peran serta masyarakat dalam pengawasan menjadi keniscayaan,” ujarnya.
“Keikutsertaan masyarakat dalam pengawasan Pemilu sangat penting. Untuk mewujudkan Pemilu yang bermartabat,” katanya.
Anggota Bawaslu Pandeglang, Lina Herlina menambahkan, pengawasan partisipatif ini sangat dibutuhkan agar dapat berfungsi dan bergerak mewujudkan Pemilu 2029 Bermartabat. “Para pengawas partisipatif harus memiliki kesadaran dan pemahaman terkait teknis dan tata cara pelaporan pelanggaran, penyelesaian sengketa, dan pencegahan pelanggaran Pemilu,” terangnya.
Lina juga menerangkan hal tidak kalah penting adalah bagaimana membangun jaringan, konsolidasi pengawasan. “Serta memberdayakan komunitasnya masing-masing, dalam pengawasan Pemilu,” katanya.
Editor : Rostinah











