SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi IV DPRD Kabupaten Serang terus mengawal penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Upaya tersebut dilakukan guna memastikan masyarakat di Kabupaten Serang bisa tinggal di rumah yang layak dan program yang dilakukan tepat sasaran.
Di Kabupaten Serang masih ada 7.122 unit Rutilahu yang tersebar di 29 kecamatan. Data itu berdasarkan hasil pendataan terbaru yang dilakukan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibbin, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh DPRKP yang sudah melakukan updateng data terkait jumlah Rutilahu di Kabupaten Serang. Pasalnya, melalui data tersebut, Pemkab Serang dapat melakukan upaya-upaya penanganan Rutilahu.
“Berangkat dari data ini tentunya bisa melakukan upaya yang terukur, seperti melakukan penanganan Rutilahu yang bersumber dari APBD Kabupaten Serang, lalu dengan keterbatasan anggaran juga berkoordinasi dengan Perkim Provinsi,” katanya, Senin 25 Mei 2026.
Tak hanya itu, lanjut Muhibbin, di tahun ini Pemkab Serang melakukan komunikasi intens dengan pemerintah pusat guna mendapatkan program untuk penanganan Rutilahu.
“Tentunya dengan kemampuan yang ada tidak hanya melalui APBD Kabupaten Serang, melainkan juga mendapatkan alokasi dari kementerian,” ujarnya.
Muhibin mengatakan, pihaknya tentunya sebagai mitra dari DPRKP Kabupaten Serang akan mengawal program penanganan Rutilahu di Kabupaten Serang.
Ini agar, selama lima tahun ke depan, penanganan Rutilahu bisa dioptimalkan sehingga 7.122 rutilahu bisa tertangani. Hal ini guna menjamin agar masyarakat Kabupaten Serang khusunya kelompok masyarakat yang tidak mampu bisa tinggal di rumah layak huni.
“Dalam waktu lima tahun ini Rutilahu bisa teratasi secara optimal. Karena modalnya bukan hanya APBD Kabupaten Serang tetapi provinsi dan Juga Pusat,” ujarnya
Komisi IV selalu berkoordinasi dengan DPRKP Kabupaten Serang untuk memastikan program tersebut dapat berjalan lancar serta setiap tahunnya yang tertangani sesuai dengan target yang sudah dicanangkan.
Editor: Agus Priwandono










