SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Indonesia Open 2026 akan digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni 2026. Turnamen bergengsi BWF Super 1000 ini menjadi salah satu turnamen yang paling dinantikan karena selalu menghadirkan persaingan ketat dari para pebulu tangkis terbaik dunia.
Tak hanya memperebutkan gelar juara, para pemain juga akan berusaha mempertahankan atau memperbaiki pencapaian mereka dari edisi sebelumnya.
Gelaran Indonesia Open menghadirkan 248 atlet dari 22 negara yang akan bersaing memperebutkan total hadiah sebesar 1,45 juta Dollar AS atau setara Rp25 miliar.
Indonesia sebagai ruan rumah menurunkan 21 wakil terbaiknya yang akan turun di lima sektor,
Indonesia sendiri akan menurunkan kekuatan terbaiknya, termasuk Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Amallia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, hingga para pemain muda yang tengah menjadi perhatian seperti Alwi Farhan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Indonesia sendiri sudah empat edisi puasa gelar dikandang sendiri sejak pasangan Kevin Sanjaya/Markus Gideon juara di ganda putra Indinesia Open 2021.
Tahun lalu pencapaian terbaik wakil Indonesia yaitu pasangan Sabar Karyaman/Reza Pahlevi yang mencapai final srbrlum dikalahkan ganda putra nomor satu dunia asal Korsel Kim Won Hoo/So Seung Jae.
Sementara itu Wakil Ketuq Umum PP PBSsi Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu memiliki arti khusus bagi para pemain Indonesia karena menghadirkan tantangan sekaligus kebanggaan untuk bertanding di hadapan publik sendiri.
“Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda,” ujarnya dalam lamam resmi PBSI
Menurut Taufik, persaingan bulu tangkis dunia saat ini semakin kompetitif dan merata sehingga kesiapan menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Persaingan sekarang semakin ketat dan merata. Karena itu fokus kami bukan hanya hasil jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan atlet-atlet Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengalaman bersaing di level tertinggi,” kata peraih juara 6 kali Indonesia Open ini.
Ia juga menaruh perhatian terhadap perkembangan generasi muda Indonesia yang akan mendapat kesempatan berharga tampil di hadapan pemain-pemain terbaik dunia.
“Kami berharap para atlet muda Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Indonesia Open adalah panggung yang sangat baik untuk belajar, berkembang, dan mengukur kemampuan melawan pemain terbaik dunia. Dari proses seperti inilah fondasi prestasi masa depan dibangun,” pungkas peraih Emas Olimpiade Athena 2004 ini.
Editor: Bayu Mulyana











