KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan membukukan pendapatan neto sebesar Rp20,64 triliun.
Angka tersebut tumbuh 3,79 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp19,89 triliun.
Selain peningkatan pendapatan, perseroan juga berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 45,01 persen menjadi Rp792,36 miliar dari Rp546,41 miliar pada 2024.
Finance Director PT Midi Utama Indonesia Tbk, Suantopo Po, mengatakan capaian tersebut diraih di tengah dinamika global dan perubahan perilaku konsumen yang terus berkembang sepanjang tahun lalu.
“Pencapaian ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi dengan perubahan pasar serta kebutuhan pelanggan,” ujarnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Midi Utama Indonesia Tbk di Alfa Tower, Kota Tangsel, Kamis 4 Juni 2026.
Menurut Suantopo, pertumbuhan usaha didukung oleh ekspansi jaringan gerai yang berkelanjutan. Hingga akhir 2025, Alfamidi telah mengoperasikan 2.587 gerai yang terdiri atas 2.503 gerai Alfamidi, 80 gerai Alfamidi Super, dan empat gerai Midi Fresh yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Perseroan juga memperkuat transformasi digital melalui pengembangan platform belanja online Midi Kriing. Hingga akhir 2025, jumlah member Alfamidi mencapai 7,02 juta pelanggan yang berkontribusi sebesar 49,8 persen terhadap total penjualan perusahaan.
Di sisi sosial, Alfamidi terus menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sepanjang 2025, perusahaan juga memasarkan lebih dari 800 produk lokal melalui jaringan gerainya sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Memasuki 2026, Alfamidi optimistis prospek industri ritel nasional masih menjanjikan. Pertumbuhan diyakini akan didorong oleh digitalisasi yang semakin matang, penetrasi ritel modern ke wilayah baru, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk sehari-hari.
“Situasi daya beli konsumen yang dinamis, kondisi perekonomian dan persaingan usaha menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Alfamidi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan melalui semangat Siap Menangkan Hati Konsumen,” kata Suantopo.
Editor: Bayu Mulyana











