SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Guna meningkatkan kesadaran pemuda khususnya pelajar terkait pentingnya pajak, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) atau Samsat Ciruas mendatangi SMA Negeri 1 Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
Tujuannya ialah, untuk memberikan edukasi kepada guru dan pelajar mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak membayar pajak.
Dalam kesempatan tersebut, petugas dari UPTD PPD Ciruas berbincang baik dengan siswa dan guru mengenai tata cara membayar pajak serta pentingnya membayar pajak. Tak sampai disitu, petugas juga melakukan penelusuran terhadap kendaraan-kendaraan yang terparkir di kantong-kantong parkir sekolah.
Kepala UPTD PPD Ciruas, Taufik Sigit Pamungkas, mengatakan pada kunjungannya di SMA Negeri 1 Jawilan, pihaknya memberikan edukasi mengenai tata cara membayar pajak sekaligus pentingnya pajak untuk percepatan pembangunan di Provinsi Banten.
“Memberikan edukasi, imbauan, dan mendekatkan layanan guna memudahkan masyarakat yang ingin membayar pajak sehingga mereka tidak harus datang langsung ke kantor induk jika terjaring layanan keliling,” katanya, Kamis 4 Juni 2026.
Penelusuran pajak juga merupakan salah satu upaya UPTD PPD Ciruas untuk mengoptimalkan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor sehingga bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita juga berupaya pembaruan data atau memvalidasi status kendaraan, sehingga bisa ketahuan apakah kendaraan masih ada, sudah rusak, dijual, atau hilang dengan datang langsung ke lapangan melalui jalayan jemput bola,” ujarnya.
Pada penelusuran kendaraan yang dilakukan di SMA Negeri 1 Jawilan, pihaknya menerjunkan sebanyak 12 pegawai sehingga pemberian edukasi dan penelusuran bisa berjalan maksimal. Selain itu, pihaknya juga membawa mini printer termal untuk menginformasikan pada pemilik kendaraan mengenai besaran tunggakan pajak mereka.
“Dari total kurang lebih sekitar 600 kendaraan, sekitar 25 sampai 35 persennya belum membayar pajak. Lalu, ditemukan juga ada kendaraan yang tidak memasang nomor polisi,” katanya.
Selain menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Serang, penelusuran juga menyasar lokasi-lokasi strategis, mulai dari instansi pemerintah dan perusahaan swasta.
“Kita menyasar area parkir kantor-kantor pemerintahan desa, kecamatan atau perusahaan swasta di wilayah Ciruas dan sekitarnya. Lalu ada juga pusat keramaian lainnya seperti pasar tradisional, minimarket, atau alun-alun tempat masyarakat sering berkumpul,” ujarnya.
Bahkan, untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat, khususnya yang jauh dari gerai-gerai Samsat, UPTD PPD Ciruas berkolaborasi dengan Bapenda Kabupaten Serang hadir bersama melakukan pelayanan secara door to door dan membuka pelayanan di Kantor Kecamatan yang ditunjuk oleh Pemkab Serang.
Ia mengatakan, untuk titik-titik penelusuran bersifat dinamis, biasanya akan menyasar wilayah-wilayah yang realitf jauh dengan lokasi gerai pembayaran pajak serta menyasar wilayah kecamatan yang memiliki angka tunggakan kendaraan tertinggi.
“Jumlah titik penelusuran ini bersifat dinamis dan berkala, biasanya dibagi per triwulan atau semester sesuai target operasi Bapenda,” tegasnya.
Ia menuturkan ada sejumlah manfaat yang akan didapatkan oleh masyarakat ketika tepat waktu dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor salah satunya ialah adanya Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
“Jadi ada proteksi Asuransi Kecelakaan bagi pengendaraan yang taat membayar pajak melalui SWDKLLJ yang dibayar bersamaan dengan pajak. Nantinya, apabila terjadi kecelakaan pengguna jalan akan mendapatkan jaminan santunan dari Jasa Raharja,” ujarnya.
Tak hanya itu, pajak kendaraan bermotor biasanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, mulai dari perbaikan dan perawatan jalan serta jembatan di wilayah Banten. Hal ini tentunya akanembuat pengendara akan merasa nyaman saat berkendara.
“Lalu manfaatnya juga ialah untuk legalitas dan keamanan kendaraan sehingga surat-surat kendaraan menjadi sah secara hukum. Pajak kendaraan juga digunakan untuk pembangunan di Banten mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, dan fasilitas umum yang dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak









