KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Banten menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kerjasama Wilayah (PKW) di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Kegiatan itu berupa pelatihan kepada kader kesehatan terkait deteksi dini risiko stunting pada balita.
Sebanyak 20 kader kesehatan di wilayah Kecamatan Jambe mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Pemberdayaan Kader terhadap Ketepatan Deteksi Dini Risiko Stunting pada Balita” ini. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Cucuk Kunang Sari memimpin kegiatan itu. Selain itu, ada lima dosen lainnya, yakni Siti Rusyanti, Ida Lindawati, Kirana Candra Sari, Yunitasari, dan Hadits Lissentya Armal.
Dalam pelatihan tersebut, para kader mendapatkan materi mengenai konsep stunting, faktor risiko penyebab stunting, teknik pengukuran pertumbuhan balita yang benar, hingga praktik langsung atau role play deteksi dini risiko stunting.
Ketua pelaksana kegiatan, Cucuk Kunang Sari mengatakan, kader kesehatan memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan stunting. “Karena berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya ibu dan balita. Melalui kegiatan ini, kami berharap kader mampu melakukan pengukuran pertumbuhan balita secara tepat, mengenali tanda-tanda risiko stunting sejak dini. Serta memberikan edukasi yang benar kepada keluarga sehingga upaya pencegahan dapat lebih cepat dan efektif,” ujarnya, Jumat, 5 Juni 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Poltekkes Kemenkes Banten dalam mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Camat Jambe, Tatang Suryana menyampaikan, apresiasi dan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Banten atas inisiasi serta perhatian kepada masyarakat Kecamatan Jambe melalui kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Banten atas inisiasi dan perhatian yang diberikan kepada wilayah Jambe. Kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di lapangan,” katanya.
Tatang menjelaskan, jumlah balita di Kecamatan Jambe terus mengalami peningkatan setiap tahun. Sehingga perlu penguatan kapasitas kader kesehatan dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak.
184 Kasus Stunting
Berdasarkan data hingga Mei 2026, tercatat terdapat 184 kasus stunting di wilayah Kecamatan Jambe. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh kader kesehatan dapat berperan aktif melakukan deteksi dini terhadap risiko stunting. Dengan deteksi sejak awal, berbagai faktor penyebab stunting dapat segera diidentifikasi sehingga upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kader kesehatan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan posyandu. Karena itu, peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi kesehatan penting untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan perguruan tinggi, angka stunting di Kecamatan Jambe dapat terus ditekan sehingga tercipta generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Editor : Rostinah











