SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Ada sekira 10 ribu anak di Kabupaten Serang yang tak sekolah. Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas mengatakan, jumlah itu cukup banyak.
“Jadi mereka usia sekolah tapi tidak sekolah. Faktornya banyak yakni kepedulian orang tua. Kedua, daya tampung sekolah, lalu ada juga persoalan ekonomi,” katanya. Najib mengatakan, hal tersebut harus menjadi kepedulian bagi semua pihak agar semua anak bisa mengenyam pendidikan.
“Sehingga nanti semua anak bisa bersekolah. Karena tidak semua usia SD mereka sekolah SD. Lalu tidak semua lulusan SD itu tertampung di SMP negeri. Bahkan ada yang lari ke pesantren,” ujarnya. Ia mengatakan, untuk meningkatkan partisipasi sekolah, pihaknya akan mengoptimalkan layanan pendidikan baik di negeri maupun swasta.
Selain itu, pihaknya juga akan mengoptimalkan agar anak-anak yang sudah putus sekolah agar bisa menikmati pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Dindikbud Sebut Mayoritas Usia 5-18 Tahun
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Aber Nurhadi menyebut jumlah anak tidak sekolah didominasi oleh usia 5 sampai 18 tahun yakni mencapai 8 ribu orang. “Sementara 2 ribu lainnya adalah yang putus di SD atau putus di SMP atau tidak terdata. Dan atau juga ini resedu yang belum dikeluarkan dari Dapodik,” ujarnya.
Aber sudah meminta agar petugas melakukan review terhadap data-data yang ada di Dapodik. Sehingga data yang ada riil.
Ia juga mengatakan, meskipun jumlah anak yang tak sekolah mencapai 10 ribu orang, tapi masih rendah dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Banten. “Daerah lain ada di angka 12 ribu bahkan ada yang 20 ribu,” ungkapnya.
Kata dia, salah satu faktor yang menyebabkan anak tidak sekolah, yakni masalah ekonomi. Padahal, apabila anak tidak sekolah karena tidak memiliki biaya, mereka cukup meminta surat keterangan dari desa.
“Tidak usah gengsi minta surat keterangan tidak mampu dari RT dan RW, untuk masuk beasiswa keluarga tidak mampu. Atau kalau punya prestasi, tinggal dibuktikan piagam dan sertifikatnya nanti bisa dari jalur tersebut. Ataupun dari jalur tahfidz Alquran,” pungkasnya.
Editor : Rostinah











