SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rekonvasi Bhumi menyebut, masih ada potensi longsor susulan di Gunung Gaupas. Karena, gunung di Desa Kadu Berem, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, itu disebut terbentuk dari batuan lava yang sangat poros.
Direktur Eksekutif Rekonvasi Bhumi, Nana Prayatna Rahadian, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatannya, Gunung Gaupas merupakan bagian dari gunung api rawa dano purba. Pasalnya, bebatuan di gunung itu terbuat dari lava.
“Itu sangat poros dan bentuknya sangat kurus, nah itu bagian dari cirinya,” katanya, Minggu, 21 Juni 2026.
Longsor di Gunung Gaupas, beberapa waktu lalu, sekitar setengah hektare. Material longsor itu tertahan oleh pepohonan.
“Lalu kawasan kebun juga sangat luas, lalu dilihat dari jenis bebatuan dan bentuknya itu tak mungkin akan sampai ke pemukiman,” ujarnya.
Kendati demikian, ia memperingatkan mengenai potensi longsor susulan karena kondisi bebatuan yang poros.
“Karena bebatuan lava itu sangat poros, punya daya resap yang sangat tinggi. Ketika jenuh, maka kohesitasnya bisa lepas. Ini juga terjadi di titik lain di Desa Kadu Berem,” tegasnya.
Apabila longsor terjadi di sisi sebelah Timur, menurutnya, akan sangat berbahaya dan dapat masuk ke pemukiman warga.
“Oleh karena itu, ini harus jadi pengetahuan BPBD Kabupaten Serang agar bisa diantisipasi. Semoga selalu dipantau dan diantisipasi agar tak terjadi longsoran,” pungkas Nana.
Editor: Agus Priwandono











