CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Padamnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon kembali menjadi sorotan.
Kondisi jalan yang gelap dituding menjadi salah satu penyebab maraknya kecelakaan lalu lintas di ruas tersebut.
Hal tersebut dipicu setelah terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan Temiang, Kecamatan Citangkil, Sabtu 4 Juli 2026 malam yang diduga menewaskan pengendara motor.
Warga menyebut lokasi tersebut memang kerap gelap pada malam hari sehingga membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (Inspira) Kota Cilegon, Rahmat Hidayatullah, meminta Pemkot Cilegon segera mengambil langkah konkret agar kondisi serupa tidak terus berulang.
Menurut Rahmat, keberadaan PJU merupakan fasilitas penting untuk menjamin keselamatan pengguna jalan, terutama di ruas JLS yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi maupun truk bertonase besar.
“Jangan dibiarkan terlalu lama. PJU yang mati harus segera diperbaiki karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Ketika jalan gelap, potensi kecelakaan tentu semakin besar,” katanya Kamis 9 Juli 2026.
Rahmat juga meminta pemerintah melakukan patroli dan pengawasan rutin terhadap jaringan PJU untuk mengantisipasi aksi pencurian kabel maupun komponen lampu yang kerap terjadi.
“Selain perbaikan, patroli rutin juga perlu dilakukan agar pencurian kabel atau fasilitas PJU bisa dicegah. Jangan sampai setelah diperbaiki, beberapa waktu kemudian kembali padam karena dicuri,” ujarnya.
Ia berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh titik PJU di sepanjang JLS agar seluruh lampu kembali berfungsi optimal.
“Dengan penerangan yang memadai, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di JLS dapat ditekan dan masyarakat merasa lebih aman saat melintas pada malam hari,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











