PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sekolah Rakyat, Kampung Koranji, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang segera melaksanakan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) Tahun Ajaran Baru 2026-2027. MPLS dilaksanakan untuk menyambut murid baru Sekolah Rakyat.
Selain itu, MPLS juga bertujuan membantu siswa beradaptasi, mengenal fasilitas, dan membentuk karakter positif di awal tahun ajaran baru. Waktu pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat pada hari Senin, 13 Juli 2026.
Sebelum pelaksanaan, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Dewi Suhartini memantau secara langsung kesiapan dengan melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengatakan, seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat sesuai tugas dan fungsinya agar seluruh kebutuhan sekolah dapat terpenuhi sebelum pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat.
“Mulai dari kesiapan gedung dan ruang belajar, asrama beserta fasilitas pendukung, ketersediaan air bersih, sanitasi, listrik, layanan kesehatan, konsumsi, keamanan. Hingga kelengkapan administrasi peserta didik,” katanya, di Gedung Serba Guna Sekolah Rakyat Cadasari, Jumat, 10 Juli 2026.
Dewi juga meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menetapkan person in charge (PIC), menyusun rencana aksi, melakukan pengecekan lapangan secara berkala. Tujuannya agar dapat menyelesaikan seluruh kekurangan paling lambat sehari sebelum MPLS dimulai.
”Saya ingin seluruh OPD bekerja secara maksimal dan saling berkoordinasi, jangan sampai ada kendala yang menghambat proses belajar para siswa. Terpenuhinya hak-hak peserta didik harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Dewi menegaskan, Pemkab Pandeglang berkomitmen menjadikan Sekolah Rakyat sebagai gerakan sosial yang berkelanjutan. Bukan sekadar program jangka pendek. “Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Pandeglang karena membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Sekolah Rakyat ini harus kita jaga dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Kata dia, Sekolah Rakyat ini bukan hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Pandeglang, tetapi juga menjadi harapan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Masuk dalam keluarga miskin ekstrem (detail 1) dan miskin (desil 2). “Sekolah Rakyat menjadi harapan anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan yang layak, berkualitas, berkarakter dan mampu mengubah masa depan mereka menjadi lebih baik. Sekaligus menjadi salah satu upaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Dewi Suhartini, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat.
”Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi tahapan penting untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar maupun kehidupan dalam asrama. MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi peserta didik,” katanya.
Oleh karenanya, seluruh aspek pendukung harus pastikan siap agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik sejak hari pertama. “Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Kementerian Sosial RI terus terjalin dengan baik. Sehingga Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Pandeglang dapat menjadi contoh penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan di Indonesia,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang memiliki daya saing. “Sekaligus menjadi solusi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Editor : Rostinah











