SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Serang mulai menyiapkan pembangunan dan pengembangan sekolah baru untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu program yang akan direalisasikan yakni pendirian SMP Negeri 28 Kota Serang yang dirancang sebagai sekolah unggulan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri mengatakan, SMP 28 akan memanfaatkan bangunan sekolah di kawasan Ciracas yang saat ini sedang menjalani proses rehabilitasi.
“SMP 2 yang dekat kantor kita di Ciracas yang sekarang lagi direhab itu kita akan jadikan SMP 28 di sana,” kata Nuri, Jumat, 10 Juli 2026. Menurutnya, SMP 28 akan memiliki konsep berbeda dibandingkan SMP negeri lainnya.
Sekolah tersebut disiapkan untuk mengembangkan potensi akademik maupun karakter peserta didik melalui proses seleksi yang lebih spesifik. “Kan sudah sepakat tadi SMP 28 Badani plus Berbudi nanti sekolahnya,” ujar Nuri.
Ia menjelaskan, calon peserta didik akan diseleksi berdasarkan kemampuan tertentu, seperti hafalan Alquran (tahfiz), kemampuan berbahasa Inggris, hingga bakat khusus lainnya. “Khusus itu, makanya diseleksi sekolah yang memiliki seleksinya tahfiz, bahasa Inggris, terus punya bakat. Seleksinya akan ketat di sana,” katanya.
Nuri menyebut konsep tersebut merupakan bentuk pengembangan sekolah unggulan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus pembentukan karakter siswa. “Sekolah unggulan lah dalam bahasa dulunya,” ujar Nuri.
Selain membangun SMP 28, Pemkot Serang juga menyiapkan pembangunan sekolah baru di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan tambahan fasilitas pendidikan. Pada 2027 nanti, Pemkot berencana membangunan SMP baru di Kecamatan Taktakan, peningkatan status sekolah satu atap di Sayar, serta menjadikan sekolah satu atap di Curug sebagai SMP Negeri 29. “Jadi ke depan itu 2027 sudah di Taktakan satu, SMP 28 dibangun, terus Satap Sayar itu dua dan Satap Curug akan dijadikan SMP 29 di sana,” ujarnya.
Ia mengatakan, penambahan sekolah diprioritaskan di wilayah yang akses SMP negerinya masih terbatas, seperti Kasemen, Taktakan, dan Curug, guna memberikan pemerataan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Editor : Rostinah










