SERANG – Untuk ke sekian kalinya, Gubernur Banten Rano Karno mengeluhkan institusi keamanan yaitu Kepolisian Daerah (Polda) dan Komando Daerah Militer (Kodam) yang dobel di Provinsi Banten. Orang nomer satu di Banten tersebut merasa hal ini menyebabkan masalah koordinasi. Persoalan itu disampaikannya dalam Coffee Morning di Mapolda Banten, Senin (25/1/2015).
“Banten ini luar biasa. Kita punya dua Polda dan dua Pangdam. Pasti sulit melakukan koordinasi untuk menentukan setiap langkah ke depan,” kata Rano saat ditemui wartawan.
Pemeran si Doel dalam Si Doel Anak Sekolahan ini mengaku, setiap yang dilakukan pihak Polda Metro Jaya di wilayah Tangerang Raya, tidak selalu dilaporkan. Padahal wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan masuk wilayah Provinsi Banten.
Ia mencontohkan, saat penggerebekan terduga teroris yang pernah dilakukan oleh Polda Metro di Tangsel atau penggerebekan penggemukan dan pemotongan sapi di wilayah Kabupaten Tangerang. “Kalau kaya gitu, bagaimana kita berkoordinasi? Seperti sekarang, Polda Metro Jaya hadir tidak? Kan tidak,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Provinsi Banten memiliki dua Polda yakni Polda Banten dan Polda Metro Jaya. Polda Banten memegang kewenangan di wilayah Lebak, Pandeglang, Cilegon dan Serang, sementara Polda Metro Jaya memegang kewenangan hukum di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Tidak hanya itu, Banten juga memiliki dua Kodam III Siliwangi dan Kodam Jaya. (sn/RBOnline)









