SERANG- Asda III Pemprov Banten Widodo Hadi menyatakan, Pemprov Banten bersikap netral menyikapi dualisme kepengurusan di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten.
“Saya tegaskan, dalam hal ini Pemprov Banten tidak memihak salah satu dari mereka. Kami menyayangkan jika perseteruan di tubuh KNPI ini terjadi di Banten. Semestinya para pemuda pemudi yang tergabung di KNPI itu bersatu,” ujar Widodo kepada wartawa usai menghadiri Musyawarah Daerah VI KNPI Banten kubu Fahd El Fauz Arafiq di Grand Krakatau Hotel, Pakupatan, Kota Serang, Jumat( 15/4/2016).
Widodo mengatakan, masyarakat Banten harus bersatu, terutama para pemudanya harus memiliki jiwa persatuan demi keutuhan masyarakat Banten yang rukun dan damai. Jadi para pemuda yang tergabung dalam KNPI bisa mendorong agar keragaman di daerah Banten bisa selaras dengan visi misi daerah Banten, yang mewujudkan persatuan bangsa.
Ia berharap Musda ini memiliki kontribusi untuk masyarakat. “Saya datang ke sini mewakili Gubernur. Beliau berpesan agar para pemuda -pemudi di Banten bersatu. Jangan kontra dalam proses membangun persatuan di lingkungan masyarakat,” harapnya.
Pada Kongres KNPI di Papua pada Februari 2015 silam terjadi kericuhan, yang melahirkan dualisme kepemimpinan, yaitu Kubu Fahd El Fauz Arafiq dan kubu Muhamad Rifai Darus. Dualisme tersebut berakibat pada kepemimpinan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di Provinsi Banten. (Ade F)










