SERANG – Tim aeromodelling Banten secara intens menggelar pemusatan pelatihan daerah (pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON). Ahmad Teguh Tamami cs mengusung target mempertahankan tradisi medali emas di PON XIX Jawa Barat 2016 pada September.
Tidak tanggung-tanggung, untuk mencapai target tinggi di PON nanti, Sutedjo Rabun memboyong tiga atlet putra ke Malang, Jawa Timur, guna menggelar training center (TC). Rencananya, tim aeromodelling PON Banten akan menjalani TC di Malang selama sebulan. Sementara, tiga atlet lainnya tetap berlatih di lapangan Perumahan Citra Gading, Kota Serang.
Ketiga atlet putra yang menjalani TC di Malang ialah Achmad Teguh Tamami, Febri Manurul, dan Achmad Iswadi. Sementara, tiga atlet yang berlatih di lapangan Perumahan Citra Gading, Kota Serang adalah Mi’roj, Sheny Aprina, dan Christina Lewi.
Kepala Pelatih Aeromodelling PON Banten Sutedjo Rabun mengatakan, dipilihnya Kota Malang sebagai venue TC telah dipertimbangkan semaksimal mungkin. “Iklim dan cuaca di sana (Malang-red) hampir menyerupai Jawa Barat (venue PON XIX). Dengan sentralisasi di Malang, atlet bisa menyesuaikan diri ketika bertanding di Jawa Barat nanti. Selain faktor iklim dan cuaca, venue latihan di Kota Malang juga sangat memadai,” kata Sutedjo kepada Harian Radar Banten, Selasa (17/5).
Sutedjo menambahkan, tidak hanya pertimbangan iklim dan cuaca serta kelengkapan venue saja, tetapi juga faktor latih tanding juga menjadi alasan tim pelatih menggelar TC di Kota Malang. “Komunitas aeromodelling di Malang sangat banyak. Kita bisa memanfaatkan momentum tersebut untuk sekaligus tryout atau uji tanding. Selain itu, pesawat yang kami beli dari Amerika Serikat juga berada di Malang. Di Banten tidak ada tempat yang memadai untuk menyimpan pesawat,” imbuhnya.
Sementara itu, Manajer Tim Aeromodelling PON Banten Budi Santoso menyatakan bahwa tidak hanya di Malang, Achmad Tamami cs juga akan bergeser ke Madura untuk menjalani TC lanjutan. “Di Madura kami akan menjalani TC di Pantai Camplong. TC di Madura juga berkaitan dengan iklim. Atlet harus menguasai iklim di sekitar venue, baik ketika bertanding di bibir pantai atau daerah pegunungan. Intinya TC di Jawa Timur lebih kepada pengenalan peralatan (pesawat) baru dan penguasaan iklim sekitar venue,” ucapnya.
Secara keseluruhan, performa keenam atlet terus menunjukan grafis peningkatan, baik dari sisi fisik, teknik, strategi, dan mental. “Cabang olahraga dirgantara adalah perpaduan antara skills tinggi dan fisik prima. Kalau semua sudah dikuasai dengan sempurna, tidak ada halangan untuk tidak membawa medali emas di PON nanti,” tandas Budi. (Andre AP/Radar Banten)








