SERANG – Serius menjadi Calon Gubernur Banten jalur independen di Pemilihan Gubernur Banten tahun 2017 mendatang, Dimyati Natakusumah mengaku akan mundur sebagai anggota III DPR RI.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Dimyati saat ditemui di Hotel Ratu Bidakara setelah menjadi keynote speaker wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia (STEKPI), Kamis (2/6/2016).
“Ini bukti keseriusan saya di Pilgub Banten. Saya tidak akan menunggu Revisi UU No 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Meskipun Undang Undang tersebut belum ditetapkan. Mau kalah atau menang tidak masalah. Tapi saya yakin akan menang nanti,” ujarnya kepada sejumlah awak media.
Dimyati pun mengaku sedang melakukan pendekatan kepada sejumlah politisi untuk menjadi pendampingnya di Pilgub Banten nanti. Misalnya, Andika Hazrumy, Desi Ratnasari, Marissa Haque, Intan Nurul Hikmah hingga Mulyadi Jayabaya. Namun saat ini menurut mantan Bupati Pandeglang tersebut sudah ada empat nama, sayangnya Dimyati enggan menyebutkan.
Kepada awak media, Dimyati pun sesumbar mendapatkan peringkat satu pada survey yang dilakukan Juni ini. “Posisi saya sudah urutan satu, dengan hasil survey 43 Persen. Kenapa? karena Dulur Dimyati (tim pemenangan Dimyati-red) itu kencang. Tapi baru terbentuk April, makanya sekarang sudah tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, tim pemenangan Dimyati, Hafazhah, mengatakan jika Dimyati akan mulai mengurus pengunduran dirinya pada Agustus. Surat keterangan pengunduran diri ini akan dilampirkan bersama berkas pendaftaran diri sebagai Calon Gubernur Banten ke KPU Banten.
“Untuk mendaftarkan diri, cukup dengan surat keterangan dulu. Nanti Pak Dimyati akan melayangkan surat pengunduran diri ke Ketua DPR. Setelah itu dibuat SK bertandatangan Pak Presiden,” ujarnya. (Bayu)









