SERANG – Sama-sama mengaku dari hasil survei yang dilakukan oleh lembaga Survei Indo Barometer, Dimyati Natakusumah mengaku lebih unggul elektabilitasnya dibandingkan Rano Karno.
Padahal sebelumnya, peneliti Indo Brometer, Hadi Suprapto Rusli mengungkapkan, Rano Karno mengungguli semua nama yang disebu-sebut akan menjadi calon gubernur, termasuk Dimyati.
Menurut Dimyati, hasil survei yang menyatakan dirinya lebih unggul dibandingkan Rano Karno merupakan hasil survei terbaru dibandingkan hasil survei yang memenangkan Rano Karno. Hasil survei yang diungkapkan Indo Barometer kemarin di Hotel Le Dian merupakan survei yang dilakukan pada 7-12 April 2016. Sedangkan survei yang memenangkannya merupakan survei pada 20 Mei 2016.
Di depan awak media, Dimyati pun mempertanyakan keputusan Indo Barometer tersebut. Menurutnya, kepada publik seharusnya Indo Barometer menyampaikan hasil survei terbaru. “Harusnya Indo Barometer gunakan survei terbaru, yakni keluaran 20 Mei. Kok kenapa malah yang April,” ujar Dimyati
Pada survey terbaru menurut Dimyati dirinya lebih unggul dibandingkan Rano Karno dengan 43 persen. Sayang Dimyati tidak menyebutkan persentase yang diraih Rano Karno, yang disebut berada di urutan kedua. Sementara, pada survei April, menyebutkan Rano Karno selaku petahana berada di posisi puncak dengan nilai 34,5 persen dan Wahidin Halim (WH) berada di posisi dua dengan nilai 18,9 persen.
Kemudian di posisi tiga ada Andika Hazrumy, dilanjutkan Dimyati Natakusumah, Mulyadi Jayabaya, Tantowi Yahya, Taufiqurachman Ruki dan Anton Apriantono di urutan paling buncit. (Bayu)









