SERANG – Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kempora) RI akan menambahkan satu cabang baru pada perlombaan Pospenas tingkat Nasional tahun depan.
Cabang olah raga yang ditambahkan di dalam perlombaan Pospenas nanti, yaitu cabang panahan dan telah disetuju oleh semua Provinsi di Indonesia. Terpilihnya sebuah perlombaan panahan yang akan ditambahkan dalam perlombaan Pospenas, karena perlombaan tersebut dapat bermanfaat bagi para santriwan maupun santriwati.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pembudayaan Olah Raga, Kemenpora RI, Raden Isnanta saat rapat Pospenas di Hotel Ledian bersama dengan para perwakilan koordinator perlombaan dari tiap Provinsi di Indonesia, Rabu (26/10/2016).
“Dipilihnya cabang baru yaitu panahan karena setiap santri memiliki fokus yang lebih bagus dari pada atlet. Maka itu kita berpikir, apabila cabang ini dihadirkan akan lebih menarik. Bahkan santri pun dapat lebih hebat dari pada atlet yang sudah terlatih,” ungkapnya selesai rapat Pospenas 2016.
Isnanta menjelaskan dengan ditambahnya satu cabor, berarti menjadi 12 Cabor dalam perlombaan Pospenas sendiri, karena pada tahun 2016 perlombaan Pospenas terdapat sebelas Cabor.
“Bahkan awalnya Cabor Pospenas sendiri terdapat sembilan Cabor dan tiap tahunnya meningkat. Bahkan kita menargetkan hingga 20 Cabor dalam perlombaan Pospenas sendiri,” jelasnya.
Di tempat sama, Kepala Bidang Petandingan Pospenas, Dispora Provinsi Banten, Djadjuli Khasan mengaku setuju dengan adanya penambahan di cabang panahan tersebut. “Siapa tahu saja kita dapat melahirkan atlet berbakat untuk ke tingkat internasional dari Pondok Pesantren karena santri biasanya lebih fokus dalam berbagai hal, makanya kita setuju dengan Kemenpora RI,” ucapnya.
Dirinya juga berharap, agar ke depan setiap Kanwil dari Provinsi masing-masing, dapat merapikan data peserta yang mengikuti lomba karena pada awal perlombaan akan diberlangsungkan, tiap peserta dari berbagai Provinsi belum memenuhi syarat administrasi.
“Bahkan data peserta lombanya pun tidak, tapi alhamdulilah untuk sekarang sudah selesai. Saya berharap ke depan kejadian ini tidak terulang kembali, karena dapat merusak adanya jalur pertandingan,” ujarnya. (Adef)








