SERANG – Tim Gerakan Sayang Ibu (GSI) Provinsi Banten mengunjungi Rumah Sakit Kencana Serang dalam rangka penilaian lomba GSI Tingkat Provinsi Banten 2016, Jumat (4/11). Rumah sakit militer ini direkomendasikan Pemkot Serang menjadi peserta lomba GSI mewakili Kota Serang.
“Pada kesempatan yang baik ini kami selaku Denkesyah, bersyukur atas kedatangan tim GSI dalam rangka lomba GSI tingkat provinsi. GSI ini perlu dibesarkan. Begitu luar biasa perhatian ibu dan bagaimana kita nanti bisa menekan angka kematian ibu dan anak di Kota Serang. Penilaian ini bisa meningkatkan kinerja para pegawai di rumah sakit ini dalam menyelamatkan ibu dan anak,” ujar Armand Tobias Lazar, Komandan Detasemen Kesehatan Wilayah (Dankesyah) 03.04.04 Serang saat menyampaikan sambutan.
Siti Ulfah Fatimah, Kepala Seksi Hidup Perempuan GSI Provinsi Banten, mengungkapkan, sejauh ini angka kematian ibu dan anak di Provinsi Banten berkisar 308/100 ribu kelahiran hidup. Kondisi ini menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan bagi ibu di rumah sakit ini. Rumah sakit lain juga berkontribusi menekan angka kematian ibu dan anak di Banten.
Setelah penilaian ini, lanjut Ulfa, akan mengadakan wokshop untuk memberikan gambaran pelayanan GSI. Kemudian melakukan sosialisai ke perusahaan dan kecamatan agar perempuan yang bekerja bisa meningkatkan kesehatan reproduksinya.
Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Serang Sulhi menilai, GSI pada dasarnya memobilisasi potensi sumber daya yang ada guna meningkatkan kualitas kehidupan perempuan, khususnya menurunkan angka kematian ibu yang berkaitan dengan status gizi ibu hamil, kesehatan lingkungan, kesadaran hidup sehat, serta mutu pelayanan kesehatan ibu bersalin.
“Mendeteksi secara dini, mengadakan musyawarah dengan keluarga, memperoleh transportasi dalam rujukan, memperoleh penanganan gawat darurat secara terpadu merupakan cara untuk menanggulangi risiko kematian ibu hamil” ucapnya.
Sulhi menjelaskan, progres di Kota Serang dalam mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi menunjukan adanya penurunan. Di Kota Serang kasus kematian ibu dan anak pada tahun 2015 berjumlah 12 kasus dan 2016 ini 11 kasus.
“GSI ini akan menilai pelayanan sarana, prasarana, SDM-nya, kemudian mengecek ruangan dan alat kesehatan yang ada di rumah sakit ini. Dengan penilaian ini, semoga rumah sakit ini memberikan pelayanan yang baik kepada warga Kota Serang, terutama para ibu dan bayi,” harap Sulhi. (Ade F)










