RANGKASBITUNG – Hingga akhir September 2016, pendapatan asli daerah (PAD) Pemkab Lebak mencapai Rp224.262.979.451, dari target Rp264.865.750.179, atau tercapai sebesar 84,67 persen. Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) optimistis, akhir Desember target terpenuhi seratus persen.
Kepala DPPKD Kabupaten Lebak Rina Dewiyanti mengatakan, PAD sebesar Rp224.262.979.451 itu berasal dari pajak daerah sebesar Rp40.422.235.920 dari target Rp47.477.100.000, sektor retribusi daerah Rp11.713.571.942 dari target Rp13.023.319.540, dari pengelolaan kekayaan daerah yang melampaui target sebesar Rp3.116.528.198, serta pos lain-lain yang sah sebesar Rp169.010.643.391 dari target Rp202.601.500.000.
“Saya optimistis, pada akhir Desember 2016, target PAD capai 100 persen. Sekarang, kita punya waktu dua bulan lagi untuk menutupi kekurangan tersebut,” kata Rina Dewiyanti kepada Radar Banten, Jumat (4/11).
Dia mengaku, Bupati Iti Octavia Jayabaya sudah memberikan instruksi kepada DPPKD untuk terus mengupayakan penerimaan PAD dari sektor pajak. Terkait instruksi itu, DPPKD pun bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk menggenjot pajak bumi dan bangunan (PBB). “Potensi pajak daerah yang belum tergali akan terus diupayakan sehingga PAD Lebak bisa meningkat lebih besar lagi tahun depan,” ujarnya.
Rina menjelaskan, untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak, lembaganya intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pengusaha, dan wajib pajak lain. Dia yakin, upaya tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap PAD Lebak di masa yang akan datang. “Tahun lalu, target PAD Lebak melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Tahun ini, saya yakin target tersebut bisa tercapai, karena sekarang saja sudah capai 84 persen lebih,” ujarnya.
Anggota Komisi III DPRD Lebak Zaenal Faoji menyatakan, DPPKD harus bekerja keras untuk bisa merealisasikan target PAD 2016. Walaupun sekarang sudah tercapai 84 persen, akan tetapi itu bukan jaminan target PAD bisa tercapai 100 persen. Ia berjanji, lembaganya akan terus mengawal realisasi PAD 2016 supaya bisa mencapai target yang ditetapkan.
“Saya mengapresiasi kinerja rekan-rekan di DPPKD. Tapi, jangan sampai terlena dengan pencapaian sekarang. Mereka harus terus bekerja ekstra supaya target PAD bisa melampaui target seperti tahun lalu,” terangnya.
Politikus Partai Gerindra ini mengimbau kepada masyarakat agar patuh membayar pajak. Pajak yang dibayar kepada pemerintah, kata dia, akan dikembalikan lagi kepada masyarakat, melalui program pembanguan. Misalnya, membangun jalan, jembatan, sarana kesehatan, dan sarana pendidikan. “Harapan saya ke depan kesadaran masyarakat membayar pajak meningkat sehingga program percepatan pembangunan di daerah dapat berjalan dengan baik dan lancar,” katanya. (Mastur/Radar Banten)










