JAKARTA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menegaskan tidak akan kapok turun ke jalan melakukan aksi meski lima kadernya ditangkap polisi. Kelimanya ditangkap terkait ricuh saat demo tanggal 4 November lalu di kawasan Istana Merdeka dan Monumen Nasional
“Kami tidak pernah kapok dalam urusan begituan. Ini urusan umat, urusan negara. HMI sudah menjadi bagian dari sejarah bangsa ini yang ikut memerdekan bangsa ini,” ucap Koordinator tim kuasa hukum Pengurus Besar (PB) HMI Muhammad Syukurmandar di Polda Metro Jaya, Selasa (8/11), seperti dilansir JawaPos.com.
Menurut dia, kelima orang yang tertangkap itu hanya bagian kecil dari cerita. “Tidak mungkin kita akan kendor. Satu orang diganggu dengan cara tidak manusiawi, itu membuat ribuan orang bergerak,” sambung dia.
Dia menambahkan, pihaknya tidak akan melawan polisi yang melakukan penangkapan terhadap lima kader HMI dengan cara kekerasan. Namun, mereka akan menghadapi itu secara hukum.
“Kami tidak mau dihadapkan diametral dengan polisi, kalau pelanggaran hukum ditindak secara hukum,” kata dia.
Dia juga berucap bahwa dalam hal ini, HMI sama sekali tidak memiliki masalah dengan pihak kepolisian. Dia berharap apa yang dilakukan aparat kepolisian terhadap kelima kader HMI bukanlah cara agar kasus dugaan penistaan yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok teralihkan.
“Konsentrasi kami adalah penistaan agama terhadap Ahok. Ini bukan urusan kami dengan polisi. Kami dengan polisi baik-baik saja kok. Jangan seolah-olah menutup isu Ahok bisa tidur dengan nyenyak,” tutupnya.
Muhammad Syukurmandar juga mengungkapkan, sampai sore ini polisi masih terus melakukan aksi penangkapan di kantor cabang dan komisariat HMI di Jakarta.
“Sejak pagi sampai sore hari ini sudah ada tiga kantor komisariat HMI di Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan yang didatangi polisi. Tiap datang selalu banyak sekali polisinya,” kata Syukurmandar.
Dia menambahkan, paling menyebalkan adalah cara polisi mendatangi markas PBHMI di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, semalam. “Ada tiga puluh sampai empat puluh polisi itu yang datang,” kata Syukurmandar.
Menurut dia, cara seperti itu tak etis. Semestinya polisi tinggal membuat surat panggilan saja. Nanti kader-kader HMI itu akan datang sendiri menghadiri pemeriksaan oleh penyidik. (elf/JPG)









