CILEGON – Puluhan nelayan di Kota Cilegon diberikan pemahaman tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam sebuah pelatihan hasil kerja sama PT DOW, PT Rohm and Haas Indonesia, Rekonvasi Bhumi, dan Perhimpunan Dokter Kesehatan Kerja Indonesia (IDKI) di Pangkalan Nelayan Tanjung Peni dan Tanjung Lelean, Cilegon, Sabtu (19/11).
Ferry Ferdian, Plan Manager PT Rohm and Haas Indonesia mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan IDKI, nelayan di Kota Cilegon jasi sasaran program ini karena kurang memahami pentingnya menjaga kesehatan dan keselematan saat bekerja.
“Kita memberikan suatu pembelajaran bagaimana keselamatan kerja di perusahaan itu sama seperti kerja non formal, seperti nelayan. Seperti kasus tadi yang kita temui di Tanjung Peni, ada nelayan yang buta karena terlalu lama terpapar langsung sinar matahari,” kata Ferry.
Nelayan, lanjut dia, juga tidak menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja. “Waktu berlayar tidak menentu merupakan salah satu sisi yang menggangu kesehatan,” ucapnya.
Ia berharap nelayan mengerti akan potensi bahaya saat bekerja dan membiasakan diri menggunakam alat pelindung diri saat berlayar. “Pakai mesin yang vibrasinya rendah dan menutupi badan dari terpaan matahari dan angin secara langsung. Seperti pakai kacamatan dan pakaian lengan panjang,” tuturnya.
Dalam acara ini, penyelenggara juga melakukan kontrol kesehatan dan memberikan sejumlah alat pelindung diri kepada nelayan secara gratis. (Riko)









