Kiprah Politik Keluarga 99 Abdul Gani: Bersaudara Jadi Dewan dari Partai Berbeda

0
604
Dari kiri: Rahmat Abdul Gani (PKB), Ali Nurdin Abdul Gani (NasDem) dan Moh Bahri (Gerindra), tiga bersaudara yang sama-sama dilantik sebagai anggota DPRD Banten berfoto bersama di halaman Gedung DPRD Banten, Senin (2/9).

Anggota DPRD Banten periode 2019-2024 resmi dilantik di Gedung DPRD Banten Senin (3/9). Dari 85 wakil rakyat yang dilantik, ada tiga bersaudara dalam satu keluarga yang berasal dari tiga partai politik berbeda.

KEN SUPRIYONO – Serang

Sumpah jabatan 85 anggota Dewan hasil Pemilu 2019 berlangsung hikmad. Keriuhan mulai terasa kala proses seremonial ditutup dengan ucapan selamat. Karangan bunga pun memadati di pelataran gedung yang berlokasi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Jalan Syekh Nawawi Albantani, Curug Kota Serang. Juga ramainya sanak family dan kerabat dari para Dewan terpilih.

Yang tampak lain, adalah keceriaan dari keluarga H. Abdul Gani. Nasab atau silsilah keluarga ulama kharismatik asal Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang yang dikenal dengan sebutan keluarga 99. Keluarga ini berhasil mendudukan tiga anggota keluarganya sekaligus sebagai anggota DPRD Banten.

Tiga bersaudara ini, berangkat tiga partai politik berbeda. Yakni, Rahmat Abdul Gani (PKB) dan Ali Nurdin Abdul Gani (NasDem) yang maju di dapil Kabupaten Tangerang B. Lalu, Moh Bahri (Gerindra) yang maju di dapil Kabupaten Tangerang A.

Tak sekadar terpilih, ketiga berhasil menjadi pemilik suara terbanyak di internal partainya masing-masing. Rahmat Abdul Gani yang maju dengan nomor urut dua PKB berhasil mendulang 17.227 suara. Ali Nurdin Abdul Gani dengan Nomor urut 1 di NasDem berhasil mendulang 15.025 suara. Sedangkan, Moh Bahri dengan nomor urut 7 Gerindra berhasil meraih 19.642 suara.

Rahmat dan Ali Nurdin adalah kakak beradik. Sedangkan Moh Bahri adalah menantu yang menikahi Jamilah Abdul Gani, puteri bungsu atau anak ke-18 dari H. Abdul Gani.

Asal muasal sebutan keluarga 99 di Tangerang Raya tak lain karena jumlah anak yang dikaruniakan kepada Abdul Gani. Bersama istri pertamanya, Hj Rohani, Abdul Gani dikarunia sembilan anak. Setelah istri pertamanya meninggal dan kembali menikahi H Rogayah, juga dikarunia sembilan anak.

Generasi inilah yang kemudian sukses di panggung politik. Secara turun temurun keluarga ini menjadi pemasok kader-kader politik di berbagai partai yang berbeda.

Hingga Pemilu 2019, pencapaian keluarga 99 terbilang fenomenal. Terlebih mereka tak datang dari dinasti politik, melainkan dari keluarga biasa. Tak hanya tiga kursi DPRD Banten, keluarga ini juga menempatkan satu keluarga di DPRD Kabupaten Tangerang. Raihan ini didapatkan dari enam anggota keluarga yang ikut bertarung di Pemilu 2019. Yakni, empat untuk provinsi dan dua untuk kabupaten Tangerang.

Tapak politik keluarga 99 ini berjejak cukup panjang. Sejak era Bung Karno, KH Ahmad Syatibi yang tak lain putra pertama Abdul Gani mewakili Nahdlatul Ulama (NU) duduk sebagai anggota DPR Gotong Royong pada 1966.

Selanjutnya masa awal Orde Baru 1971, KH Ahmad Syatibi kembali terpilih menjadi anggota DPRD DKI Jakarta. Bahkan, ia menjadi pimpinan DPRD sezaman dengan awal kiprah politik KH Ma’ruf Amin, yang kini menjadi calon wakil presiden terpilih.

Penghujung Orde Baru, keluarga ini pun menempatkan H Supri, sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang mewakili PPP. Awal reformasi, anak bersaudara Abdul Gani bergantian duduk di kursi legislatif. Baik Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang.

Sebut saja, H Sys Abdul Gani yang berhasil duduk di kursi DPRD Kabupaten Tangerang, mewakili PNUI. Langkah ini bersambung di periode 2014-2019 yang menempatkan empat orang. Yakni, Ali Nurdin Abdul Gani (Nasdem) dan Rahmat Abdul Gani (PKB) untuk DPRD Banten. Kemudian, Usman Abdul Gani (PKB) dan Uswatun Hasanah (NasDem) untuk DPRD Kabupaten Tangerang.

Selain dunia politik, kiprah sanak saudara keluarga 99 juga merambah dunia profesional, dakwah keislaman, aktivis sosial, hingga ekonomi. “Dunia politik bukan hal baru bagi keluarga kami. Makanya hal-hal yang aktual di masyarakat tidak luput dalam perbincangan santai di keluarga,” kata Moh Bahri yang ditemui Radar Banten usai pelantikan.

Meski berbeda parpol, tidak mengurangi keguyuban keluarga. Justru perbedaan tersebut menjadi dinamika dalam diskusi di dalam keluarga besar. Semunya saling melengkapi dengan latar belakang partainya masing-masing. “Spirit sosial kegaamaan menjadi modal utama kesuksesan keluarga 99,” kata politisi muda Gerindra yang sejak mahasiswa aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Pria yang juga aktif Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten ini menilai, dipercayanya keluarga 99 tidak lepas dari investasi yang ditanam.    

Kata dia, Rahmat dan Ali Nurdin sebagai petahana dua periode dan terpilih ketiga kalinya menunjukan kapasitasnya pribadi dan invenstasi sosial pada masyarakat. “Saya ini kan menantu, tentu saya terjun di politik bukan ikut-ikutan. Tapi ini ruang keberlanjutan dari aktivitas organisasi yang saya geluti. Dan amanah ini harus saya perjuangkan,” ujar pria yang akrab disapa Cak Ipul ini. (*)