Sanuji Mulai Blusukan Serap Aspirasi Warga Cilegon

0
825 views
Sanuji Pentamarta

CILEGON – Bakal Calon Wakil Walikota Cilegon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sanuji Pentamarta mulai gencar blusukan di Kota Cilegon. Langkah itu dilakukan seiring keluarnya ketetapan PKS tentang penunjukkan dirinya sebagai kandidat di Pilkada Cilegon bersama politisi dari Partai Berkarya Helldy Agustian.

Ia kerap melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, atau menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di berbagai kesempatan. Kemarin, setelah mengunjungi kantor DPD PKS Kota Cilegon, Sanuji langsung bertolak ke Kecamatan Purwakarta untuk bersilaturahmi dengan pengurus partai dan masyarakat di kecamatan tersebut. “Kadang yang saya gak jadwalkan, saya datang,” ujar Sanuji, Selasa (19/5).

Kendati tengah semangat bersosialisasi, Sanuji mengaku tetap memperhatikan protap Covid-19 dalam meminimalisasi penyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan tidak melibatkan orang banyak dalam setiap kesempatan menyerap aspirasi atau bersosialisasi ke masyarakat.
Selain untuk menyosialisasikan diri, upaya itu dilakukan sebagai bentuk keseriusan Sanuji untuk maju di kontestasi Pilkada Kota Cilegon.

Selain dengan gencar blusukan, sebagai bentuk keseriusan, Sanuji akan pindah status sebagai kader PKS Kota Cilegon. Kemudian ia akan menetap di kota paling ujung Barat di Pulau Jawa tersebut. “Saya setelah lebaran akan stay di Cilegon, saya sudah siapkan rumah,” ujarnya.

Disinggung terkait persoalan yang ia soroti di Kota Cilegon, sesuai kajiannya, beberapa persoalan yang ia soroti yaitu ketenagakerjaan, kemiskinan, pendidikan, korupsi, dan persoalan lingkungan hidup.

“Ini musti dilink-kan, kalau industri begitu megah, ada dolar di sini, ada uang di sini, mestinya kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat. Maka harus ada link, masyarakat jangan bertarung sendiri,” ujarnya.

Berjuang sendiri yang dimaksud oleh Sanuji adalah menciptakan masyarakat bisa berdaya, mempunyai daya saing, mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Selain melalui pendidikan, pelatihan, kita juga harus ajak bicara industri,” paparnya. (Bayu M)