Warga Gunungsari Protes Ternak Ayam Dibangun di Permukiman 

0
214

SERANG – Warga Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, protes dan mengeluhkan peternakan ayam yang dibangun di belakang Kampung Cirombot Mindi. Warga tak kuat dengan baunya karena peternakan itu berjarak hanya lima meter dengan rumah penduduk.

Sibro, warga Desa Gunungsari mengatakan, peternakan ayam berlantai dua itu sudah mendapat penolakan dari warga karena akan menimbulkan polusi udara di desanya. “Di aturannya, kalau tidak salah kan seharusnya berjarak minimal 1.000 meter dari rumah warga,” katanya kepada Radar Banten Online, Kamis (19/9).

Dikatakan Sibro, peternakan ayam itu tergolong usaha besar. Dari data perizinan, dalam satu periode dapat menghasilkan 40.000 ayam. “Peternakan ini milik perseorangan. Kayanya, nggak ada perusahaannya,” ujarnya.

Sibro melanjutkan, peternakan itu berdiri di atas lahan seluas 7.700 meter persegi. Peternakan ini telah beroperasi sejak 5 September lalu. “Ini tidak ada sosialisasi kepada masyarakat secara terbuka,” tukasnya.

Sebelumnya, kata dia, masyarakat sudah melakukan penolakan terkait keberadaan peternakan itu. Ia mengaku sudah mendatangi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang sebanyak tiga kali. “Namun belum ada tindak lanjutnya. Kita juga sudah ke Polsek,” terangnya.

Saat ini, kata Sibro, warga kesulitan bertemu dengan pemilik perernakan ayam itu. Informasi yang diterima Sibro, pemilik sudah mendapatkan izin usahanya dari pemerintah daerah.

“Warga banyak yang menolak. Kita khawatir seperti di daerah lainnya, udara tercemar,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).