Cici Sari Sulastri memperlihatkan hasil kerajinannya dari cangkang kerang.

Melihat banyak cangkang kerang di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, hati Cici Sri Sulastri langsung tergerak.

”Cangkang ini dapat dimanfaatkan sebagai barang kerajinan,” begitulah yang ada di benak Cici.

Selang tiga tahun, yakni sekitar tahun 2000, idenya diwujudkan saat Cici pindah dan tinggal di Pamulang, Kota Tangsel. Dia memulai memanfaatkan cangkang kerang sebagai barang kerajinan yang cantik dan menarik.

Dan sekarang, usaha Cici mulai besar.  Rumah berukuran tak terlalu besar itu, nampak ramai setiap harinya dengan aktivitas karyawan maupun para  pemburu seni kerajinan cangkang kerang. Mereka datang dari berbagai wilayah.

Suasana sedikit berbeda, ketika masuk ke dalam rumah. Tepatnya di ruang tamu. Sejauh mata memandang, terlihat sejumlah hasil kerajinan kulit kerang yang mempesona.

Siapapun yang melihat, pasti akan takjub dengan kerajinan tersebut. Bagaimana tidak? Limbah kerang itu disulap menjadi sejumlah barang hiasan interior yang cantik dan terkesan mewah.

Di dalam rumah, juga ramai sekali dengan aktivitas ibu-ibu yang merupakan karyawan, dan sedang membuat beberapa kerajinan untuk dijual di dalam negeri. Beberapa di antaranya diekspor ke luar.

Tampak ada yang sedang membuat bingkai cermin, guci, lampu meja, tempat tisu, jam dinding hingga bingkai foto yang semuanya bagus.

Cici mengungkapkan, tak jarang, ibu-ibu warga luar Pamulang juga datang ke rumahnya untuk sekadar mencoba membuat kerajinan cangkang kerang.

Selain, ramai aktivitas, rumahnya juga tak pernah sepi dari kunjungan pembeli yang tertarik dengan beberapa produksinya.

”Kalau sekarang banyak juga terima pesanan untuk dibuatkan souvenir cantik pernikahan seperti bros dan buku catatan. Harga yang saya jual juga enggak mahal, satu cuma sekitar Rp5 ribu,” kata Cici ketika ditemui di rumah produksinya, Jumat (11/8).

Menurut Cici, kerajinan cangkang kerang pernah diekspor ke berbagai negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.

Sekarang, rumah produksi Cici mampu memproduksi 200 hingga 300 lampu, 100 guci, 100 jam dinding, dan 500 hingga 800 bros dari cangkang kerang setiap bulannya. Dan, total bahan baku cangkang kerang yang digunakan mencapai 1,5 hingga 2 kuintal setiap minggu.

Harga produk kerajinannya dibanderol mulai dari Rp5 ribu per buah untuk bros, Rp200 ribu untuk lampu, dan Rp6 juta untuk satu set guci.
Dan uniknya, cara Cici memasarkan produk kerajiannya hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut, mengikuti pameran, hingga internet dan media sosial.

”Tak jarang juga saya mendatangi satu daerah ke daerah lain untuk memperkenalkan produk ini. Omzet yang kami dapatkan saat pameran bisa mencapai Rp50 jutaan,” ujarnya. (Ade Mulana/RBG)