JAKARTA – Penulis novel Sepatu Dahlan, Khrisna Pabichara mengaku tak mau ikut campur dalam
proses pembuatan film yang diubah dari karya novelnya itu. Hal itu
dilakukan Khrisna karena melihat Dahlan Iskan yang tak ‘bawel’.
“Saya enggak turut ikut campur, karena
Pak Dahlan saja yang mengisahkan kehidupan dia enggak mencampuri
pembuatan film itu. Masak saya mau ikut campur,” papar Khrisna di acara
premier film ‘Sepatu Dahlan’ di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta, Selasa
(1/4/2014) malam.
Khrisna merasa senang bahwa film
berdurasi 90 menit itu sukses membuat keharuan. “Saya terus terang tadi
di belakang melihat istri saya menangis. Apa yang saya bayangkan
terbayang di film ini,” bebernya.
Pada Dahlan dan sutradara film ‘Sepatu
Dahlan’, Benni Setiawan ia berharap bahwa film ini nantinya bisa
dipertontonkan di seluruh kota, bahkan hingga ke pelosok. Tujuannya agar
semangat berusaha di tengah kesulitan ekonomi bisa ditularkan.
“Nanti kalau selesai tayang (di
bioskop), film ini juga harus diputar di layar tancap, biar anak-anak
dari Sabang sampai Merauke yang tidak punya uang untuk nonton ke bioskop
bisa sama-sama nonton ini. Kalau perlu sampai ke Papua,” tukas pria
berkacamata itu. (JPNN)
