SERANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten menghawatirkan jumlah lonjakan pemilih pada pelaksanaan Pilpres 2014, Kamis (9/7/2014) besok. Hal ini sebagai bentuk antisipasi atas insiden terjadinya kericuhan pelaksanaan pilpres di luar negeri.
“Mengacu pemilih di luar negeri, maka kami meminta agar KPU kabupaten/kota membentuk helpdesk karena beberapa alasan. Pertama partisipasi pemilih diprediksi di atas 90 persen dari DPT,” kata Ketua Divisi Teknis Pemungutan dan Penghitungan Pemilu KPU Banten Syaeful Bahri kepada wartawan, Selasa (8/7/2014).
Selain itu, antisipasi juga berkaitan dengan para pemilih dari tempat lain yang menggunakan A5. “Jangan sampai ini menghabiskan jumlah dua persen untuk cadangan. Belum lagi mereka yang menggunakan DPK, ditambah pemilih identitas lain,” paaprnya.
Cara mengantisipasi membeludaknya jumlah pemilih pada Pilpres besok, lanjut Syaeful Bahri, dengan melakukan penghitungan satu jam sebelumnya KPPS mulai menghitung pemilih dengan empat katedgori yakni DPT, DPTB, DPK, dan DPKTB. “Harus diperhatikan jumlah ketersediaan surat suara. Untuk pemegang A5 harus diperlakukan sama dengan pemilih DPT,” sarannya.
Jika surat suara terbatas, sementara masih ada pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya, PPS dapat menyarankan pemilih menggunakan hak pilihnya di TPS lain yang masih dalam lingkup satu desa atau kelurahan. “Potensinya, pemilih DPT dan identitas lain datang bersamaan, maka kalau begitu, akan kehabisan waktu pemilih pindah dari TPS satu ke TPS lainnya. Saran saya, biarkan pemilih menggunakan hak pilih di TPS yang ada. Segera lapor helpdesk dan koordinasi dengan TPS lain.”
Meski demikian, kata Syaeful Bahri, pemilih yang pindah karena kehabisan surat suara boleh dilakukan ke TPS lain dengan catatan masih dalam radius satu desa. “Boleh memilih di TPS lain,” pungkasnya.
Ditanya mengenai potensi meningkatnya jumlah pemilih, KPU Banten memprediksi terjadi pemilih membeludak di wilayah perkotaan. “Kemungkinan di TPS yang ada mobilitas manusia seperti Serang, Tangerang, Tangsel, dan Cilegon,” ungkapnya.
Di Banten sendiri, ada sekira 16 ribu TPS lebih. “Saya akan segera instruksikan untuk menginformasikan berantai hingga sampai ke tinggkat PPS,” pungkasnya. (Wahyudin)








