SERANG – Ulah sopir angkot yang sembarangan dan tidak patuh aturan rute trayek seringkali menjengkelkan. Apalagi kalau penumpang sedang terburu-buru menuju suatu tempat, namun malah diajak puter-puter cari penumpang.
Belum lagi percaloan parkir liar di beberapa titik seperti Pasar Lama, Royal, Alun-alun masih jadi pekerjaan rumah yang tidak kunjung selesai. Pada HUT Kota Serang yang ke-7 ini, buruknya transportasi massa dan praktik pungli di Kota Serang jadi sorotan warga.
“Kota ini semakin macet, percaloan parkir semakin banyak dan berhasil pula merelokasi penjualan ke torotoar,” ujar Ganis, salah satu warga Kota Serang, Minggu (10/8).
Sementara itu, warga Kota Serang yang lain Dwi menyatakan kekecewannya karena ketidaknyamanan kota pada momen HUT Kota Serang kali ini. “Tujuh tahun macet dimana-mana, pedagang kakilima merajalela, banjir meluas, angkot trayeknya makin gak jelas,” ujarnya.
Mengenai hal ini, Mukoddas Syuhada, Arsitek dan Pegiat Eco Village membenarkan ketaknyamanan ini. “Salah satu unsur pembentuk kota modern yang bisa membahagiakan masyarakatnya adalah adanya moda transportasi massal,” jelasnya.
Kata dia, jika saat ini arah pembangunan Kota Serang masih dengan memperlebar dan memperpanjang jalan, kata Mukkodas, maka ke depan pola pikirnya harus diubah ke penyediaan transportasi massal dengan infrastruktur yang merupakan potensi khas Kota Serang. (Wahyudin)***









